Only You : Chapter 1

Cover

Only You

Tittle: Only you

Genre : Sad, Romance ( mudah2an.. haha )

Episode : belom tau..

Rate : G

Author : Shin Sung Hyo. a.k.a Rezzty ‘Utha’

Cast:

– Cho Kyuhyun

– Park Ji yeon

– And other cast

Cuap2 author: ff ini emang engak bagus dan ceritanya pasaran. Tapi ini murni bikinan q dan ini enggak gampang. RCL yag (read, like, coment) Don’t be silent reader and copast..

cekidot..

apado nan apeun jul molla

(Even it is so painful, I can’t feel it)

oji annneun neol gidaryeodo

(Even I’m waiting for you and you wouldn’t come)

geuriumi himgyeowo hwicheonggeoryeodo nan himdeun jul molla

(Even I think of you with shaking so badly, I can’t feel it)

[KNG-CANT I LOVE YOU]

march, 1th 2010

Ji yeon mendongakkan kepalanya memandang langit yang berawan siang ini. Tidak ada matahari dan sepertinya hujan akan turun. Ia meyandarkan punggungnya pada bangku taman. Menghela nafas dan perlahan memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin semilir yang membelai wajahnya. Tenang dan damai. Sungguh menyenangkan. Suara gemerisik ranting-rating pohon yang tertiup angin dan kicauan burung-burung bagaikan nyanyian yang menenangkan jiwanya.

“andaikan.. aku bisa merasakan semua ini lebih lama..” gumam Ji Yeon masih dengan mata terpenjam. Namun, ponselnya tiba-tiba berdering dan memecah keheningan. Ji Yeon merogoh tasnya dan mengambil sebuah ponsel. Ia membaca nama yang tertera di layar ponselnya dan mengangkatnya.

“yoboseo..”

“Ji yeon-ah.. kau dimana?? Cepatlah kembali ke rumah sakit.!!” Kata seorang wanita di ujung sana dengan nada khawatir.

“unni tenang saja, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin menghirup udara segar..” kata Ji yeon.

Terdengar wanita yang di panggil ‘unni’ itu menghela nafas berat, “Ji Yeon-ah.. jangan begitu. Kondisimu belum..”

“unni.. aku mohon. “sela Ji yeon.

Wanita itu diam sejenak, namun akhirnya ia berkata dengan suara berat. “baiklah.. tapi janji kau harus kembali ke rumah sakit. Araseo..??”

“dhe.. unni. Arayo..gomawo..annyeong~” Ji yeon mematikan ponselnya dan memasukkannya kedalam tas. Ia kembali terdiam, memejamkan matanya dan tenggelam dalam semilir angin yang berhembus.

“sekali saja, unni.. biarkan aku..” gumamnya.

*****

Kyuhyun menyeruput secangkir Latte yang baru saja di belinya sambil menyusuri taman kota. Angin musim semi terasa hangat membelai permukaan kulit dan rambutnya. Ia selalu menyukai angin di musim semi.

Tapi, langkahnya tiba-tiba terhenti saat matanya menyorot sesuatu yang membuatnya terpekur. Seorang gadis yang duduk seorang diri dengan mata terpenjam. Dan tiba-tiba sebuah senyum tersungging di wajahnya.

(KYUHYUN POV)

Aku tidak mengerti kenapa aku terpekur memandanginya. Gadis yang duduk seorang diri dengan mata terpenjam. Entah kenapa langkahku terkunci dan pandanganku tidak mau beralih darinya. Dan saat ia tersenyum, aku merasa gadis itu terlihat manis. Apa yang kupikirkan?? Entahlah, tiba-tiba saja aku merasakan sebuah getaran aneh menyerangku.

“apa yang kau pikirkan Kyuhyun??” ucapku menyadarkan diriku sendiri yang sejak tadi hanyut dalam pikiran aneh ini. Pabbo.

(Kyuhun POV end)

Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan memalingkan padangannya dari gadis itu. dan tiba-tiba ponselnya bordering. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel. Ia membuka flap ponselnya. Sebuah pesan masuk.

From: cho jonghyun

Kyuhyun.. halmoeni, penyakitnya kambuh lagi. Dan sekarang di rawat di rumah sakit, sebaiknya kau cepat datang..

Kyuhyun menutup flap ponselnya dan kembali menghembuskan nafas. Ia lalu mengarahkan pandangannya ke tempat gadis itu lagi, tidak ada. Dia sudah pergi. Kyuhyun pun segera beranjak dari tempat itu menuju rumah sakit.

*****

Ji yeon melangkah masuk ke dalam rumah sakit kemudian ia berhenti sejenak untuk menyapa resepsionis yang sudah sangat dikenalnya.

“annyeong haseo..nona chae rim” katanya dengan senyuman ramah.

Ia lalu berjalan menuju lift kemudian menekan tobolnya menuju lantai 3 gedung Rumah sakit. Tidak berapa lama pintu lift terbuka dan Ji yeon lekas keluar. Tapi tanpa sengaja ia menabrak seorang pria yang hendak masuk ke dalam lift.

“chosunghamnida..” ucap ji yeon seraya menundukan kepalanya.

“ye.. gwaenchana..” sahut pria itu. suaranya terdengar ramah.

Ji yeon mengangkat kepalanya dan sekali lagi meminta maaf, dan mendapati laki-laki itu memandangnya dengan tatapan aneh. Ji yeon hanya mengerutkan keningnya, “Chosungeo.. saya pergi dulu..” tukas ji yeon cepat dan langsung pergi dari tempat itu.

[Ji yeon POV]

Aku sampai di kamarku. Kamar nomor 207. Saat aku membuka pintu dan melangkah masuk di sana telah ada kakak Perempuanku Park ji-ah yang langsung menyambutku.

“Ji Yeon-na.. kenapa kau kabur lagi dari rumah sakit.??” Tanya kakakku langsung.

Aku menaruh tasku dan membuka lemari pakaian. Kemudian mengambil pakaian rumah sakit ini dan mengenakkannya.

“unni tahukan aku tidak pernah betah tinggal di rumah sakit..” kataku.

“tapi, Ji yeon.. kondisimu..”

Mulai lagi. Aku tidak senang tiap kali kakakku membicarakan kondisi tubuhku. “Unni.. lihatlah!! Aku baik-baik saja sampai sekarang. Jadi jangan khawatir yang berlebihan seperti itu. “ selaku cepat. “itu tidak baik..” kataku lagi.

“Ji yeon.. aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. Itu saja..”

Setelah selesai mengganti pakaian, aku berjalan kea rah kakakku. Aku memandangnya lekat. Wajahnya berkerut Khawatir. “unni.. aku tahu. Tapi, aku mohon jangan berlebihan. Kau tahu, aku tidak apa-apa. Kau harus percaya padaku.. ya.??”

“tapi..”

“baiklah.. aku lelah. Aku mau tidur dulu. Sebaiknya unni pulang saja. Bukankah kau harus menjemput Jung ah.”

“baiklah. Kalau begitu kau hati-hati. Kalau ada apa-apa hubungi aku, oke..”

Aku menganggukan kepalaku untuk menyakinkannya. Aku tersenyum memandangnya yang menghilang di balik pintu. Begitulah kakakku. Terkadang aku kesal dengan sikapnya yang seperti itu. tapi aku tahu, dia hanya khawatir.

Sejak kedua orang tua kami meninggal, unnilah yang menjagaku dan membesarkanku. Ia seorang desainer baju pengantin yang cukup sukses, sehingga aku bisa hidup layak dan bahagia.

Dua tahun yang lalu suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan mobil, dia memiliki seorang anak perempuan yang usianya kini 10 tahun. Namanya Lee Jung Ah.

Perbedaan usia kami 10 tahun. Aku berumur 21 tahun, sedangkan dia berumur 31 tahun. Aku sangat bersyukur memiliki kakak sepertinya, tanpanya entah jadi apa aku sekarang.

Meskipun dengan kondisiku yang sekarang, ia tetap rela menjagaku.

*****

“Kyuhyun.. kenapa kau melamun?? Apa kau tidak dengar dari tadi aku memanggil namamu berulang kali..”

Seruan Hyungnya-Jonghyun- membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“apa yang kau pikirkan??” tanyanya dengan pandangan lurus ke jalan.

“tidak ada.. “ jawab kyuhyun singkat.

Ia dan kakaknya sedang berada di perjalanan pulang. Kata dokter kondisi neneknya baik-baik saja. Hanya kecapekan dan perlu di rawat beberapa hari di rumah sakit. Di sana ada ibunya yang menjaga nenek. Dan ibunya menyuruh mereka untuk pulang. Karena besok Kyuhyun harus kuliah dan Jonghyun harus bekerja.

“baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku..” kata kakaknya. “ngomong-ngomong.. apa mobilmu sudah selesai diperbaiki??” Tanya kakaknya.

“sepertinya belum. Biar besok kulihat…” sahut kyuhyun. Mereka berdua kembali membisu. Tiba-tiba Kyuhyun teringat akan gadis itu. ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan putih. Ia mencermati sapu tangan itu dengan kening berkerut. Ada sebuah inisial yang di sulam di sapu tangan ini. Inisial JY.

“sapu tangan ini..”

*flashback*

Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki lift, namun seorang wanita menabrak pundaknya. Brukk.

“chosunghamnida.” Kata gadis itu sambil menundukan kepala. Kyuhyun membalasnya dengan senyuman dan berkata, “yee . gwaenchana..”

Tunggu. Kyuhyun mengerutkan keningnya. Dia, gadis yang tadi dilihatnya di Taman kota.

Gadis itu mengangkat kepalanya, dan mengerutkan dahinya. Mungkin ia merasa aneh dengan pandangan Kyuhyun.

“chosungeo..saya pergi dulu..” tukas gadis itu cepat dan langsung pergi.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya. Saat dia hendak pergi, ia menemukan sebuah sapu tangan tergeletak di lantai.kyuhyun memungutnya.

“pasti miliknya..” gumam kyuhyun. Dia kemudian memasukan sapu tangan itu ke dalam saku celana dan langsung masuk ke dalam lift.

*flashback end*

*****

march, 2nd 2010

“Baksanim,,berapa lama lagi aku harus tinggal disini..?” Tanya Ji yeon.

Dokter Choi tersenyum “2 hari lagi. Kalau saja kau dengar kata-kataku untuk tidak terlalu banyak kegiatan, keadaanmu tidak akan seperti ini…” kata dokter Choi sambil menggerakkan stetoskopnya. “cukup baik..” katanya.

“Dhe?? Dua hari?? Tidak bisa dipercepat? Bagaimana kalau besok, baksanim?”

“sekarang buka mulutmu…” seru dokter choi. Ji yeon menurutinya dan membuka mulutnya. “ehm..baiklah pemeriksaan sudah cukup.”

“baksanim.. ayolah aku bosan di rumah sakit. Boleh ya besok aku pulang? Ya..ya” pinta Ji Yeon dengan pandangan memelas.

Dokter Choi hanya tertawa kecil, “ehm.. baiklah. Sepertinya keadaanmu sudah lebih baik. Tapi kau harus ingat. Jangan terlalu banyak kegiatan. Kalau kau kelelahan kondisimu akan kembali memburuk. Araseo.??” Jelas dokter Choi.

Ji yeon mengembangkan senyumannya. “ne.. ara.. kamsahamnida baksanim..”

Dokter Choi lalu keluar dari kamar Ji yeon. “aku bosan.. lebih baik aku jalan-jalan keluar..”

Ji yeon lalu beranjak dari tampat tidurnya. Berjalan menuju lemari pakaian, mengambil jaket dan mengenakannya.

Lalu Ji yeon pun pergi.

*****

“Kyuhyun.. kau mau pergi kemana??” Tanya kakaknya yang melihat Kyuhyun keluar dari kamar neneknya dirawat.

“Aku ingin jalan-jalan di sekitar rumah sakit. “ sahutnya pendek.

“Baiklah.. “

Kyuhyun berjalan pelan menyusuri taman di sekitar rumah sakit. Udara terasa hangat di musim semi. Namun langkahnya terhenti saat matanya melihat seorang gadis yang sedang duduk terdiam di sebuah bangku panjang dengan mengenakan pakaian rumah sakit. Kyuhyun berpikir sejenak, hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk menghampiri gadis itu.

Dengan berhati-hati kyuhyun berjalan ke arahnya, kyuhyun berdeham dan berkata, “permisi.. nona..”

Gadis itu mengangkat kepalanya dan memandang Kyuhyun. Dahinya berkerut samar, “ada apa tuan..??”

Kyuhyun lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku celananya, “kurasa ini milikmu. Benarkah?” katanya sambil menyodorkan sapu tangannya pada gadis itu.

Gadis itu meraih sapu tangannya dan tersenyum samar. “yee.. kamsahamnida. tapi, kenapa bisa ada padamu??”

“kemarin saat kau tidak sengaja menabrakku di lift, sapu tanganmu jatuh..” jelas Kyuhyun.

“ahh.. aku mengerti.” Sahut gadis itu. ternyata kalau dilihat dari dekat, wajahnya lumayan manis. Pikir Kyuhyun.

Hening sejenak.

“apa boleh aku duduk di sampingmu..??” Tanya kyuhyun memecah keheningan.

“ah.. tentu saja..”

Kyuhyun pun duduk di samping gadis itu, “apa aku boleh tau namamu.? Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun.”

“namaku Park Ji Yeon..”

Kyuhyun menganggukan kepalanya pelan, “apa.. kau juga pasien di rumah sakit ini..??” Tanya kyuhyun. Sebenarnya pertanyaannya cukup bodoh. tentu saja , gadis itu mengenakan pakaian rumah sakit.

“ahh.. iya. Aku salah satu pasien di rumah sakit ini..” jawabnya datar.

“kau sakit apa.?” Tanya kyuhyun lagi. Gadis itu memandanganya dengan tatapan aneh. Mungkin karena kyuhyun banyak bertanya. Kyuhyun berdeham pelan, “mianhe.. tidak seharusnya aku banyak bertanya..”

“tidak apa. Aku hanya sakit biasa, tidak terlalu parah. Besok aku juga sudah boleh pulang..” jelasnya. “oh ya, sedang apa kau di rumah sakit.?”

“halmoeniku sedang sakit. Aku bosan di sana, jadi aku jalan-jalan keluar dan melihatmu disini..” jelas Kyuhyun.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering, kyuhyun membuka flap ponselnya.

“yoboseo.. ya.. aku akan datang ke sana.. ya.. annyeong…” katanya singkat dan kembali menutup flap ponselnya.

“sepertinya aku harus pergi, aku harus kuliah.” Katanya. Ia lalu bangkit dari duduknya diikuti oleh Ji yeon. “baiklah aku rasa aku harus pergi. Senang mengenalmu..” katanya seraya menundukan kepala.

Ji yeon membalasnya dengan senyuman ramah. “ya.. senang berkenalan denganmu,,”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi, tapi kemudian ia membalikan tubuhnya lagi. Membuat ji yeon terperangah. Dengan ragu ia membuka mulutnya, “apa.. kita bisa bertemu lagi??” tanyanya.

Ji yeon tampak berpikir namun sebuah senyum tersungging di wajahnya. “tentu saja.”

Entah kenapa jawaban gadis itu membuat hati kyuhyun senang.

*****

March 4th 2010

Sejak pertemuan itu, Kyuhyun dan Ji yeon tidak pernah bertemu lagi. Bodohnya waktu itu Kyuhyun tidak meminta nomor telponnya. Sementara itu, Ji yeon sudah keluar dari rumah sakit. huft

Ia berjalan menyusri trotoar jalanan kota seoul yang lumayan ramai. Ia teringat tadi ibunya memintanya untuk membelikan Bunga Lyly putih untuk neneknya yang masih dirawat di rumah sakit. Kebetulan di tempat itu ada sebuah toko bunga.

Kyuhyun berjalan menuju toko itu. sebuah lonceng yang digantung di atas pintu bordering saat Kyuhyun mendorong pintunya.

“Ossoseyeo.. ada yang bisa kubantu tuan..?? sapa penjual bunga itu.

“aku ingin membeli bunga Lyly putih,” sahut Kyuhyun.

Kreekk.. ting..ting..

Suara dering lonceng saat pintu dibuka kembali terdengar. kyuhyun mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. “Ahjumma,, annyeong haseo..”

Suara itu..

Sebuah suara yang terasa tidak asing lagi di telinga kyuhyun membuatnya menolehkan kepala dan memastikan siapa pemilik suara itu. Tidak salah lagi..

“Ahjumma, hari ini aku ingin membeli seikat mawar putih.. “ katanya dengan senyum sumringah menghiasi wajahnya. Membuatnya terlihat manis. Kyuhyun hanya terpaku memandanginya. Hingga bibi penjual toko memanggil-manggilnya. Dan membuat Kyuhyun tersadar.

“yee.. ah.. kamsahamnida.” katanya malu-malu.Dia mengambil dompetnya dan mememberikan sejumblah uang lalu menerima bunga itu. Saat Kyuhyun kembali menengok ke arah orang itu, Ternyata dia sedang menatapnya dengan kening berkerut.

“Kyuhyun-ssi..” ucapnya.

Aku berdeham pelan, “ah.. Ji-yeon ssi..”

TBC

neomaneul saranghandamyeon neomaneul gieokandamyeon

neomaneul gidarindamyeon neo hana wonhae

unmyeongi nareul samkyeodo nae gaseum muneojindaedo

neo hanaman neo hanaman nan wonhae

[ONLY YOU – YOON SHI YOON]

NOTE: bagus apa jelek??? jelek yah.?? gpp deh.. haha.. coment please if u read..

1 Komentar

Filed under Korean

Princess Blade : Sinopsis & Drama Character

Title : Princess Blade

Genre : Adventure, Romance, Saeguk

Rating : G

Author : Novia ‘death-nb’ Anythree

 

Cast :

Lee Young Ah as Azumi Hyuga

Lee Jun Ki as Ryuka Nisai

Kang Yoon Sung as Kazuchi Asano

Park Shi Hoo as Nachi Komoru

Yoon Eun Hye as Yone Sajiki

 

Ji Chang Wook as Ryusei Sajiki

Koide Keisuke as Yura Sajiki

Kim Nam Gil as Hideyoshi

So Ji Sub as Jinha Asano

Won Bin as Nagamasa

 

~ Sinopsis ~

reader : jiahh..ni anak..ceritanya aja udah mulai baru bikin sinopsis !! dasar gak bener..

me : wkwkwkwkwk *ketawa gaje* pengen aja, maklum ya namanya juga pasien RSJ..

reader : *ngangguk2* iya dimaklum, emang lo pasien paling sarap

me : iya donk, gue gitu lohh…hahahahahahahaha

reader : beuhh…sarap koq bangga..

me : ooo…iya donk, namanya juga orang sarap..wkwkwkwk

reader : btw, sebenernya ni sinopsis atau lo author mau bikin dialog antara reader n’ author seh ?!

me : oiya, hampir lupa, nyokk liat sinopsisnyeee..kekekeke…

 

Princess Blade, adalah julukan yang diberikan untuk Azumi yang kemampuannya sudah sangat melegenda. Azumi adalah seorang putri dari raja sebelum Komoru, yaitu raja Hyuga. Namun karena suatu masalah, Raja Hyuga turun tahta dan dijatuhi hukuman mati.

 

Azumi yang sudah tau bahwa sebenarnya ayah dan ibunya masih hidup, akhirnya berlatih sangat keras untuk bisa mencari tau tentang kedua orangtuanya. Awalnya Azumi bertekad untuk mencari kedua orangtuanya dengan seorang diri. Namun di tengah perjalanannya ia akhirnya mendapatkan beberapa teman yang bersedia membantunya, mereka adalah Ryuka, Kazuchi, Yone, dan Nachi.

 

Awalnya, mereka bertemu secara tak sengaja bahkan beberapa diantaranya pernah Azumi anggap sebagai musuhnya. Tapi seiring berjalannya waktu, Azumi mulai akrab dengan mereka bahkan terlibat cinta segitiga antara Ryuka dan Kazuchi. Bukan hanya Azumi, tapi juga Nachi dan Yone yang akhirnya saling jatuh cinta.

 

Ternyata tujuan tempat keempat orang tersebut *kecuali Yone* adalah sama, yaitu KERAJAAN. Mereka pun akhirnya bekerja sama satu sama lain.

 

Sejak pertama kali bertemu satu sama lain, mereka melalui banyak cobaan untuk mencapai tujuan mereka masing-masing. Tak jarang mereka hampir mati karena kecerobohan yang dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit mereka mulai bisa belajar dari kesalahan yang pernah mereka lakukan. Karena dari itulah mereka bisa menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan.

 

 

AZUMI

Azumi adalah seorang gadis yang angkuh, dingin, namun mempunyai ambisi yang sangat kuat. Jika sudah menetapkan target, maka Azumi harus mencapai target tersebut. Awalnya Azumi bertekad hanya untuk mencari ayah dan ibunya, namun hatinya berkata lain. Azumi memutuskan untuk mencari tau sesuatu terlebih dahulu, dia harus menanyakan sesuatu pada Raja Komoru, raja yang saat ini berkuasa. Pada perjalanannya, Azumi bertemu dengan Ryuka. Awalnya Azumi dan Ryuka adalah musuh. Karena Ryuka yang ternyata memburu Azumi. Ryuka awalnya tidak tau bahwa Azumi adalah gadis yang dicarinya, tapi suatu waktu Azumi sendirilah yang memberi tahu Ryuka bahwa dia adalah orang yang dicarinya. Azumi bahkan menawarkan untuk menangkap dirinya secara cuma-cuma. Tapi pada akhirnya Ryuka tidak menangkap Azumi.

Setelah itu, Azumi bertemu dengan Kazuchi, yang tak lain adalah putra Jinha. Azumi yang melawan Kazuchi akhirnya tau bahwa Kazuchi sendiri tidak tau bahwa dirinya adalah putra Jinha.

Skill : Sword, Assassin, Fighter, Archer, Strategy

Weakness : –

 

RYUKA

Ryuka adalah ketua dari kelompok Kaito, bandit kejam namun penolong penduduk yang terkadang mendapat perlakuan tidak adil. Ryuka mendapat tujuan lain setelah bertemu dengan Jinha, yaitu menangkap putri raja sebelumnya. Awalnya Ryuka sama sekali tidak tau siapa gadis yang dicarinya, bahkan ia tidak tau gadis yang dicarinya adalah gadis yang setiap hari selalu dilihatnya, Azumi. Setelah akhirnya Ryuka tau putri itu adalah Azumi, Ryuka justru tidak menangkapnya. Ryuka malah melindungi Azumi dengan seluruh hidupnya, karena apa boleh buat, dia sudah terlanjur mencintai dan sangat menyayangi Azumi. Namun begitu Ryuka tahu bahwa Kazuchi juga mencintai Azumi, Ryuka sedikit mundur karena Kazuchi adalah teman seperjuangannya. Ryuka juga berpikir Azumi akan lebih baik jika bersama dengan Kazuchi.

Setelah itu, tujuan Ryuka kembali berubah, yaitu pergi ke kerajaan dan menyelamatkan teman-temannya bandit Kaito yang ditahan di penjara sebagai sandera agar Ryuka segera menyerahkan Azumi.

Skill : Assassin, Sword

Weakness : Dagger Throw, Archer

 

KAZUCHI

Kazuchi sebenarnya adalah putra Jinha. Namun sejak berumur 7 tahun, dia tak sengaja terikut bersama rombongan Nagamasa. Sampai ia berumur 19 tahun, barulah ia hidup sendiri dan tinggal di rumah Azumi bersama Nachi. Kazuchi sendiri sebenarnya tidak tau bahwa dirinya adalah putra Jinha, sampai akhirnya Azumi yang tiba-tiba mengajaknya bertarung menyadarkannya bahwa ayahnya adalah Jinha. Setelah mengetahui hal itu, Kazuchi tidak lantas ikut bersama ayahnya, tapi Kazuchi lebih memilih tinggal bersama Hideyoshi karena perintah dari Nagamasa.

Kazuchi bertujuan ke kerajaan adalah karena dirinya ingin mengalahkan ayahnya dalam pertarungan pedang. Kazuchi awalnya juga berniat membunuh ayahnya yang telah menyakiti Azumi, gadis yang dicintainya. Namun niat itu diurungkannya.

Skill : Sword, Dagger Throw

Weakness : Archer

 

NACHI

Nachi adalah putra sulung dari Raja Komoru. Namun kehadirannya tidak diinginkan oleh ayahnya. Karena raja mencurigai istrinya yang berselingkuh dan menyangka bahwa Nachi bukanlah putranya. Sehingga Raja pun lebih berpihak kepada Hiei, yang tak lain adalah adik Nachi. Meskipun Nachi terlihat sedikit pengecut dan lemah, namun siapa sangka kemampuannya tersembunyi lewat taktik berperang yang luar biasa. Itu karena Nachi sering kali diam-diam mendengar berbagai rencana-rencana penyerangan dari peperangan yang pernah dialami kerajaannya juga karena ia sering membaca buku-buku sejarah taktik penyerangan.

Nachi kabur dari istana karena ia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa ia adalah putranya, dan berjanji pada dirinya sendiri akan mengalahkan ayahnya dengan tangannya sendiri.

Skill : Archer, Strategy

Weakness : Sword, Assassin

 

YONE

Yone adalah adik dari Ryusei, pengikut Ryuka. Yone ikut kelompok Azumi dan kawan-kawannya karena ingin ikut membantu Ryusei dan juga Yura adiknya juga ikut membantu. Meskipun Yone adalah seorang perempuan, namun ia juga mempunyai kemampuan untuk bertarung karena belajar dari kakaknya Ryusei. Awalnya Yone menyukai Ryuka karena dirinya yang tampan dan sangat cerdik juga pemberani. Namun hatinya luluh oleh orang lain, dia adalah Nachi. Meskipun Yone gadis yang terkadang lemah lembut, tapi terkadang dia juga bisa menjadi sangat keras dan kuat.

Yone tidak punya tujuan untuk ke istana, hanya untuk ikut membantu kakaknya dan Nachi.

Skill : Fighter, Disguise, Dagger Throw

Weakness : Sword, Archer

 

 

Sedikit tentang Princess Blade *kalo mau tau wkwkwk*

Catatan : sebenernya ini Cuma buat manjang2in bacaan aja, wkwkwkwk *sarap laugh*

 

Judul Princess Blade kuambil dari judul sebuah film yg berjudul “The Princess Blade” film Jepang. Aku belum pernah nonton tuu film, jadi gak tau jalan ceritanya kaya gimana *plakk*

 

Beberapa nama pemain juga diambil dari film jepang berjudul “Azumi” dan “Azumi : Death or Love”. Sayangnya aku juga belum nonton ini film juga, soalnye kaset modal minjem, DVD gak punya, gak bisa disetel di laptop / komputer, lengkap kan penderitaanku ??? wkwkwkwk

 

Aku sedikit baca sinopsis yang biasa ada di belakang DVD *suka ada kan ?!* yang pake bahasa inggris, jadi…ya tau gak tau deh artinya, abis males buka kamus *curcol ni anak* wkwkwkwk

 

Terus, apa lagi ya ?? *plakk* aha !! jalan cerita ini 10% kuambil dari berbagai cerita kolosal yg pernah kutonton, kaya :

Iljimae ( di cerita ada Ryuka yang pake topeng yg kugambarin penampilannya kaya’ Iljimae )

 

The Great Queen Seondeok ( kukasih bocoran dech…yang aku ambil dari QSD adalah tentang perjuangan seorang cewe’ keturunan kerajaan yang gak tinggal di kerajaan *bener kan ?!* dan ingin kembali ke kerajaan untuk suatu urusan *urusannya beda ya dari QSD, xixixi* dan endingnya……Azumi yang akan menjadi ratu sekaligus penguasa kerajaan, kenapa ??? tunggu aja endingnya, wkwkwkwkwk )

 

The Last Samurai ( gak banyak sih yg dari sini, cz aku Cuma ngambil beberapa adegan pertarungannya doank, wkwkwk )

 

Azumi & Azumi : Death or Love ( nah, meskipun aku belum nonton nii film, seperti yg kubilang tadi *kuketik denk maksudnya* aku udah baca sinopsis bagian belakang cover tuh DVD. Perjuangan Azumi yang waktu kecil punya guru *kalo disini Hideyoshi* terus dilatih sama tu guru, tapi disini beda…kubikin versiku sendiri *cuit..cuit..* yah, itu Hideyoshi bukan sekedar guru, tapi pengasuhnya azumi *lo pikir babysitter* maksudnya yg besarin Azumi sampe besar, dan disini kan Azumi gak diajarin pedang sama Hideyoshi, hehehe )

 

Saya lupa judul, wkwkwkwk ( yang jelas ini juga film jepang yang belum pernah kutonton karena alasan tadi *nunjuk2 ke atas* tadinya mau kubikin kelompok itu jadi 7 warrior / 7 Samurai sesuai nii film, tapi gak jadi deh, cz udah kepikiran ide lain, wkwkwk. Disini Cuma ada 5 pendekar *jiahh..* yang berjuang bersama )

 

Dan ide yang lain2 murni dari pemikiranku, tapi ya entah juga ya kalo ada film yang ternyata mirip ceritaku, yang jelas ini murni ide sayaa >,<”

 

Masih ingat aku pernah bilang gak begitu suka yang “HAPPY ENDING” kan ?? dan cerita ini juga gitu, tapi…DON’T WORRY BE HAPPY kawan !!

Endingnya ada yang happy ada yang sad koq, ada penyesalan, kebahagiaan, kesedihan, dan pernikahan *cuit..cuit..*

 

Tadinya cerita ini mau aku kasih judul “cerita kolosal campur aduk” soalnya kan aku ngambil dari mana2 tuh, wkwkwkwk. Tapi…serasa gak keren, yaudah kuganti, wkwkwkwk

 

Oke, SELESAI sampai disini, sampai jumpa !! dadah !! >,<

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Japan

Princess Blade : Chapter 6

Title : Princess Blade

Genre : Adventure, Romance, Saeguk

Rating : G

Author : Novia ‘death-nb’ Anythree

 

Cast :

Lee Young Ah as Azumi Hyuga

Lee Jun Ki as Ryuka Nisai

Kang Yoon Sung as Kazuchi Asano

Park Shi Hoo as Nachi Komoru

Yoon Eun Hye as Yone Sajiki

 

Ji Chang Wook as Ryusei Sajiki

Koide Keisuke as Yura Sajiki

Kim Nam Gil as Hideyoshi

So Ji Sub as Jinha Asano

Won Bin as Nagamasa

 

*mari kita main khayal2an di chapter 6 ini, bayang2in ya kejadiannya ! wkwkwk*

 

~ Chapter 6 ~

”aku tidak tau…aku bahkan tidak tau orang yang bernama Jinha, m..bukan, maksudku aku hanya tau..Jinha adalah musuh Nagamasa dan Hideyoshi…” jelas Kazuchi. ”jadi…kau tidak tau ?!”. Kazuchi menggeleng. “jadi..aku percuma melawanmu ?! aishh..apa sebenarnya maksud orang gila itu ?!” gerutu Azumi. “a..a..azumi..ba..bahumu..kau tidak apa ?!” seru Nachi yang baru sadar bahu Azumi berdarah. “tidak usah pedulikan aku” kata Azumi acuh yang kemudian pergi. Kazuchi masih memikirkan apa yang dikatakan Azumi, Ia pun pergi ke rumah Hideyoshi.

 

“kau sudah kembali rupanya..” sambut Hideyoshi saat melihat Kazuchi datang. “paman…sebenarnya…siapa orang yang bernama Jinha itu ?” tanya Kazuchi. “hmm…apa kau sudah tau ? dia ayahmu..” jawab Hideyoshi singkat. “itu tidak mungkin !! kau pasti berbohong kan ?!!” sangkal Kazuchi. Hideyoshi kemudian memberikan surat yang beberapa hari lalu diberikan Nagamasa padanya. “kau bisa membuktikannya sendiri”. Kazuchi membaca surat itu.

 

“Hideyoshi, pemuda yang kukirim ini adalah putra dari Jinha Asano, namanya Kazuchi. Beberapa tahun lalu entah bagaimana anak ini ikut bersama rombonganku. Dan sekarang, dia sudah cukup dewasa untuk mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, dan aku juga tidak mau anak ini jadi seorang yang gila seperti ayahnya. Bantu aku Hideyoshi, jaga dan didiklah dia. Nagamasa.”.

 

“tidak…ini tidak mungkin !! kau berbohong padaku kan ?! katakan kalau kau berbohong !!!” seru Kazuchi sambil menggenggam erat baju Hideyoshi. Matanya berkaca-kaca tak percaya dengan kenyataan yang diterimanya. “terimalah kenyataan ! kau bodoh, dia ayahmu..dan kau tidak bisa menghapus kenyataan itu” kata Azumi yang datang. “kau bercanda…mana mungkin dia ayahku !! mana mungkin ayahku adalah orang yang licik seperti dia !!!” seru Kazuchi yang kini mulai meneteskan air matanya. “lihatlah dirimu ! kau persis sama seperti ayahmu, apa semua kenyataan harus sesuai dengan keinginanmu ?! ada saatnya kau punya kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanmu..”. Kazuchi tampak berpikir, ia mulai mengingat alasan ia dikirim pada Hideyoshi. “sebaiknya kau mulai berpikir apa yang akan kau lakukan selanjutnya” kata Azumi kemudian pergi meninggalkan Kazuchi dan Hideyoshi berdua.

 

“paman…bisakah..kau memberitahuku soal..Jinha ?” tanya Kazuchi. “tidak, aku tidak mau memberitahumu” jawab Hideyoshi yang berdiri dan beranjak pergi. “aku mohon…” lanjut Kazuchi yang membuat langkah Hideyoshi terhenti. “aku mohon, beritahu aku…”.

 

“kakak !!” seru Yone yang senang melihat kakaknya Ryusei akhirnya bisa bebas. “oiya, dimana Ryuka ?” tanya Yone. “ah, dia ada urusan..jadi dia pergi ke suatu tempat”. “kemana ?” tanya Yone penasaran.

 

Ryuka ternyata sedang berada di dekat air terjun. Ia sedang berlatih kemampuan pedangnya. Tak lama, Azumi juga datang ke tempat itu dan duduk santai di bebatuan. “rupanya nona Azumi sedang bersedih” ledek Ryuka yang duduk disebelah Azumi. “hey..! heeeyy..” panggil Ryuka sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan Azumi, namun tidak digubris sedikitpun. “hhh…kau sudah temukan petunjuk tentang gadis yang kau cari ?” tanya Azumi tiba-tiba. “eh ?”. “gadis kerajaan itu, kau sudah menemukannya ?” tanya Azumi lagi. “emhh..belum sama sekali, tapi aku pasti menangkapnya..dan aku harus menangkapnya” tekad Ryuka.

“kenapa ?” tanya Azumi.

“karena…aku membutuhkannya, aku butuh dia sebagai pertukaran anak buahku yang ditahan di penjara”.

“kupikir dulu kau bilang demi uang yang akan kau dapatkan”.

“itu dulu, sebelum…pengikutku tertangkap”.

“hm..benar juga, kau harus menangkapnya..berusahalah” kata Azumi seraya beranjak pergi.

“kau tau sesuatu tentangnya bukan ?” tanya Ryuka.

 

Azumi menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik, “ya, aku tau semuanya..aku tau semua tentang gadis itu, karena dia ada di pihakku, dia milikku” jawab Azumi dengan tatapan dingin dan misterius. ‘ada sesuatu di matanya yang tidak kumengerti…seperti..ada sesuatu..yang sangat besar di sembunyikan olehnya’ batin Ryuka. “benarkah ? kalau begitu aku aka bersaing denganmu menemukan gadis itu” kata Ryuka. Azumi mengubah tatapannya dan tersenyum tipis. “akan kutunggu sampai saatnya kau menangkap gadis itu”. Azumi pergi.

 

‘dia…matanya benar-benar memancarkan kesedihan yang luar biasa…dia pasti menanggung suatu beban yang sangat berat..Azumi…’ batin Ryuka yang masih memperhatikan kepergian Azumi hingga sosoknya hilang dari pandangan matanya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

 

Keesokan harinya….

Azumi dan Nachi sedang makan bersama dirumah Azumi. “azumi, aku ingin bicara denganmu” kata Kazuchi yang baru saja datang.

“katakan saja” jawab Azumi acuh.

“aku..ingin bergabung denganmu”.

Azumi menghentikan makannya sejenak. “untuk ?”.

“pergi ke istana, menyerang kerajaan”.

“a..apa ?! Azumi, me..memangnya..” kata Nachi menyela.

“aku tidak pernah bilang aku akan kesana” jawab Azumi dingin.

“tapi aku tau kau akan kesana, iya kan ?”.

Azumi menatap Kazuchi sesaat. “apa yang dikatakan paman Hideyoshi padamu ?” tanya Azumi.

 

Flashback,

“aku mohon…” lanjut Kazuchi yang membuat langkah Hideyoshi terhenti. “aku mohon, beritahu aku…”.

“Jinha, adalah orang setia dengan kerajaan, hh…jangan tersinggung, dia itu adalah orang yang gila dengan kedudukan dan hartanya, karena itu sejak dulu sampai sekarang dia tidak pernah mundur dari kerajaan” kata Hideyoshi yang akhirnya mulai memberitahu. “dia tidak peduli yang lain selain kerajaan kan ?” tebak Kazuchi. “mhh..tidak juga…saat mengetahui kau, putra satu-satunya hilang, dia sangat berusaha keras mencarimu, bahkan sampai sekarang”. Hideyoshi pun menceritakan semua tentang Jinha sebatas yang dia ketahui.

“begitukah..?”.

“hey kazuchi, sebagai gantinya aku memberitahumu soal Jinha, aku ingin kau melakukan satu hal” syarat Hideyoshi.

“apa ?”

“tolong, kau jaga Azumi..jangan sampai dia pergi dan berurusan dengan kerajaan, hal sekecil apapun itu”.

“memangnya..kenapa ?” tanya Kazuchi penasaran.

“kau tidak perlu tau”

Flashback End.

 

“kau ikut aku atas dasar perintah paman, atau kau ingin benar-benar mengalahkan ayahmu ?” tanya Azumi. “sejujurnya aku tidak peduli dengan permintaan pamanmu, lagipula aku tau kau akan memilih jalanmu sendiri, jadi…aku ikut denganmu, karena orang itu” jelas Kazuchi. Azumi tersenyum tipis dan menatap Kazuchi, “aku suka pemikiranmu. Jika kau mau ikut aku dan pergi kesana, bukan sekarang saatnya”. “lalu kapan ?” tanya Kazuchi. “setelah kita benar-benar siap”. “apa ?”.

“hh…apa kau pikir dengan kemampuanmu sekarang ini kau bisa mengalahkan ayahmu ? jangan bermimpi”.

“aku sudah siap, aku tidak perlu menunggu lagi” kata Kazuchi.

“kau ini bodoh sekali, aku tau persis bagaimana kemampuan Jinha, dengan kau yang sekarang ini, tidak mungkin kau bisa mengalahkannya”.

“aku sudah berlatih selama 10 tahun apa kau tau ?!”.

“dan apa kau tau berapa lama ayahmu juga berlatih ?! pengalaman, kemampuan, serta otakmu pun belum bisa bersaing seimbang dengan Jinha, bagaimana mungkin kau bisa mengalahkannya, bodoh sekali..”.

 

“haaahhhh…tunggu sebentar !! hey Azumi, apa kau benar-benar mau pergi ke istana ? dan..mengacaukannya ??” seru Nachi sejak tadi bosan mendengarkan pembicaraan mereka. “yup” jawab Azumi singkat. “a..apa ?! kenapa kau tidak memberitahuku ?!” protes Nachi. “kau tidak bertanya padaku”. “aish, kau ini…” gerutu Nachi. “sudah ya, sudah waktunya aku pergi” pamit Azumi. “hey Azumi ! Azumi !!” panggil Nachi, namun tak dihiraukan.

 

Azumi pergi ke pasar untuk makan. ‘saat itu, aku bahkan tidak bisa mengalahkan mereka semua, tapi dia..Jinha…hanya dengan seorang diri bisa mengalahkan mereka, jh..aku benar-benar tidak percaya, aku pun..masih kalah jauh dengannya..’ pikir Azumi yang mengingat saat ia dikepung oleh sekumpulan bandit. “oh ? hey, kau..yang waktu itu kan ? namamu kalau tidak salah Azumi ya ?” sapa Yura yang menghampiri Azumi. “kau ini sok kenal saja, siapa kau ?” tanya Azumi angkuh. “ah, namaku Yura Sajiki” kata Yura sambil menyodorkan tangannya, tapi namun Azumi mengacuhkannya. “ah, kau ini memang sombong sekali..ck…” ledek Yura. “hh..paman ! ini bayarannya !” seru Azumi yang meninggalkan sejumlah keping uang di mejanya. “woah..uangmu banyak juga ya” kata Yura. “kenapa ? kau mau mencuri dariku ?”. “enak saja, aku ini bukan pencuri tau !” protes Yura. “hm..baguslah” jawab Azumi acuh kemudian pergi. “jh…dasar perempuan aneh !!” seru Yura begitu Azumi pergi. “hey, kau ini kenapa ?” tanya Ryuka yang datang. “gadis yang waktu itu menolak menolong kak Ryusei..gadis itu aneh sekali ya kak ? hm..”. ‘Azumi..’ pikir Ryuka. Ryuka kemudian pergi keluar dan mencari Azumi.

 

Saat melihatnya, Azumi ternyata sedang dikelilingi beberapa bandit yang mengganggunya. “jangan ganggu aku, jika kalian tidak ingin mati” ancam Azumi tak takut. “woahh..kau ini berani sekali !!!” seru bandit itu seraya melayangkan pukulannya ke arah Azumi. Namun dengan gesit Azumi menghindari pukulan itu dan balas menyerangnya. “apa yang kalian lihat ?! cepat tangkap dia !” perintah bandit yang telah jatuh dipukul Azumi. “aku sudah bilang, jangan menggangguku !!” seru Azumi yang kemudian mengalahkan mereka semua dengan seorang diri.

 

“woahh…kau hebat sekali..” kata Ryuka sambil bertepuk tangan. “kau ini memuji atau meledekku ? hh..”. “haha, tentu saja memujimu..”. Mereka berdua pun berjalan bersama, lebih tepatnya Ryuka berjalan mengikuti Azumi.

 

“mau apa kau mengikutiku ?” tanya Azumi. “memangnya tidak boleh ?”. “tidak” jawab Azumi dingin. “hm..kau melarangku pun aku akan tetap mengikutimu” kata Ryuka tersenyum jahil. “hentikan tingkah bodohmu itu ! aku tidak akan memberi informasi apapun tentang gadis yang kau cari”. “aku tidak memintamu memberitahuku..tapi, kalau kau mau memberitahuku juga tidak apa-apa” goda Ryuka. “aish, kau ini…tingkahmu itu seperti anak kecil, kau tau ?! hahh…kau bisa membuatku gila !!” omel Azumi. Ryuka hanya bisa tertawa mendengar celotehan Azumi.

 

“apapun yang terjadi, kalian buatlah gadis itu menghadapi banyak kesulitan, kalian mengerti ?” ucap Jinha pada beberapa anak buahnya. “kalau boleh aku tau, kenapa tuan melakukan hal ini ?” tanya salah satu anak buahnya. “aku ingin dia bertambah kuat dalam waktu dekat ini, aku sudah tidak sabar ingin mengetahui kemampuannya”.

 

 

To Be Continued…

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Japan

Princess Blade : Chapter 5

Title : Princess Blade

Genre : Adventure, Romance, Saeguk

Rating : G

Author : Novia ‘death-nb’ Anythree

 

Cast :

Lee Young Ah as Azumi Hyuga

Lee Jun Ki as Ryuka Nisai

Kang Yoon Sung as Kazuchi Asano

Park Shi Hoo as Nachi Komoru

Yoon Eun Hye as Yone Sajiki

 

Ji Chang Wook as Ryusei Sajiki

Koide Keisuke as Yura Sajiki

Kim Nam Gil as Hideyoshi

So Ji Sub as Jinha Asano

Won Bin as Nagamasa

 

~ Chapter 5 ~

”k..kk..kak..kak Yone..co..coba lihat ini !!” seru Yura yang terkejut melihat poster yang tertempel di papan pengumuman. ”i..ini..Ryuka..” ucap Yone yang juga terkejut melihat pengumuman itu. Pengumuman tersebut berisi tentang pencarian Ryuka yang diburu oleh kerajaan hidup atau mati. ”kakak, kita harus menemuinya sekarang juga” ajak Yura. Mereka berduapun pergi mencari Ryuka.

 

Sementara itu, Azumi…

”sshhh…akh, dimana aku..” rintih Azumi memegangi bahunya yang sudah terbalut perban. ”kau sudah sadar rupanya..” ucap seorang pria yang datang.

”kau…Jinha….”.

”hm, kau mengenaliku ? Azumi..”.

”kenapa kau tidak membunuhku semalam ?” tanya Azumi.

”jika semalam aku membunuhmu, maka harga diriku akan jatuh, kau harus mati di tanganku sendiri..”.

”jh..benar juga..”.

”lagipula, aku tidak akan membunuhmu jika tidak ada perintah langsung dari raja” lanjut Jinha.

”a..apa..? raja..?”.

”ya, raja lah yang menginginkanmu mati”.

”kenapa ??” tanya Azumi.

”haha, kenapa kau bertanya padaku ? kau harus bertanya sendiri padanya..”.

”bagaimana ? kau mau membalaskan dendammu ?” tanya Jinha.

”apa ?” tanya Azumi tak mengerti.

”raja Komoru lah yang membuat ayahmu turun tahta, dia juga yang menjatuhkan hukuman gantung pada ayahmu” jelas Jinha.

”tapi itu tidak terjadi kan..”.

”hahaha, kau sudah tau rupanya ? tapi lihatlah dirimu sekarang Azumi, terpisah dari keluargamu, hidupmu miskin dan sengsara, bahkan kau hidup dengan pria yang tidak kau kenal..”.

”diam kau..! apa maumu sebenarnya ?!” tanya Azumi. ”kau mau membunuhku kan ?! bunuh aku sekarang, lebih cepat akan lebih baik bukan ?!” lanjut Azumi.

”tidak hari ini, aku akan menunggumu Azumi. Menunggu sampai kau bisa bertarung sendirian melawanku, Hideyoshi mengajarkan banyak padamu bukan ?”.

”tidak, dia sama sekali tidak mengajarkan apapun padaku” jawab Azumi acuh.

”kalau begitu aku yakin kau berlatih sendirian demi hidupmu, benar kan ? 8 tahun lalu, aku yakin kau telah mendengar pembicaraanku dengan Hideyoshi..”.

”cukup, aku tidak ingin mendengarmu” ucap Azumi yang mulai berdiri dan pergi dari ruangan itu.

”aku akan menunggumu, Azumi Hyuga..”.

 

Azumi menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik. ”baiklah, kalau begitu aku juga akan menantikan saat itu tiba, Jinha..” kata Azumi sebelum pergi.

”oiya, aku hampir lupa..Azumi, sebelum kau melawanku, lawanlah putraku terlebih dahulu”.

”putramu ?” tanya Azumi.

”cari saja seorang pria yang sebaya denganmu, bermarga Asano”.

”jadi kau Jinha Asano ya ? baik, aku akan mengalahkannya jika bertemu dengannya..”.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

 

Sementara itu, Yone dan Yura pergi menemui Ryuka di markas Ryuka dan kelompoknya. ”Ryuka, kau mau kemana ?!” tanya Yone yang melihat Ryuka sedang merapikan barang-barangnya. ”bukankah kau sendiri yang menyuruhku menyelamatkan Ryusei ?”. ”tu..tunggu dulu kak Ryuka, coba lihat ini..” kata Yura yang menyerahkan surat pencarian Ryuka. ”memangnya kenapa ?” tanya Ryuka. ”aish, apanya yang bagaimana ?! jika kakak tertangkap…”. ”sudahlah, kau ini seperti baru mengenalku saja, aku tidak akan menyerah hanya karena titah bodoh ini, sudah ya” kata Ryuka yang hendak pergi. ”tunggu dulu..” kata Yone yang menggenggam lengan Ryuka. ”ada apa ?” tanya Ryuka. ”kembalilah…kalian harus kembali dengan selamat..” kata Yone. ”ya, aku mengerti itu..” ucap Ryuka sambil mengelus kepala Yone.

 

”Kazuchi, apa kau tidak bosan ?” tanya Nachi yang sejak tadi terus saja melihat Kazuchi berlatih pedang. ”tentu saja tidak, aku sedang mengerjakan sesuatu, memangnya kau hanya melongo saja melihatku, jh…ini ! kau juga latihan saja” perintah Kazuchi sambil melemparkan sebuah pedang kayu pada Nachi. ”aish, aku tidak mau” tolak Nachi melemparkan pedang itu. ”hm..kau tidak mau atau tidak bisaaa..??” goda Kazuchi. ”kau ini, baik baik !! aku memang tidak bisa ! kau sudah puas ?!!” omel Nachi. ”h..begitu saja marah, kau bisa panahan kan ? latihan saja..”. ”d..darimana kau tau ?!” tanya Nachi. ”sudah kubilang aku sering mondar mandir di kerajaan, sudah jangan cerewet, mengganggu saja..”.

 

”hh…” desah Nachi yang kemudian mengambil sebuah busur dan anak panah. Nachi mulai melatih kemampuan panahnya, meskipun Nachi belum pernah mencoba kemampuan berpanahnya, tapi saat latihan arahannya selalu tepat pada sasaran. ”kau lumayan juga, kenapa tidak berburu saja ? cari makan sana” perintah Kazuchi seenaknya. ”enak saja kau menyuruhku, untuk apa aku melakukannya..”. ”tentu saja untuk kita berdua makan” jawab Kazuchi dengan polosnya. ”aish, aku tidak mau..m..sebenarnya, aku..belum pernah berburu..” jawab Nachi jujur. ”apa ?! kau belum pernah berburu ?! kau ini bodoh sekali, ayo ikut aku” ajak Kazuchi. ”m..mau kemana ?!”. ”mengajarimu berburu”.

 

Mereka berdua pun pergi ke tengah hutan dan mencari mangsa. ”sejujurnya..aku tidak terlalu mahir menggunakan panah, jadi kau saja yang melakukannya” bisik Kazuchi yang menyerahkan busur pada Nachi. ”a..apa ?! aku sudah bilang aku tidak bisa..”. ”kau hanya perlu mengarahkan panahmu ke target, apa sesulit itu ?!” omel Kazuchi. ”sudah cepat lakukan”. ”h..baiklah..” desah Nachi yang kemudian mulai mengarahkan panahnya ke arah seekor kancil, dan…akhirnya tepat pada sasaran. Kancil tersebut langsung mati setelah tertusuk panah. ”aku pikir tadi kau bilang kau tidak bisa berburu ?!” tanya Kazuchi. ”siapa yang bilang begitu ?! aku hanya bilang aku belum pernah berburu, kau ini tuli ya ?!”.

 

Azumi berjalan ke pasar dengan jalan terpincang-pincang *padahal kakinya gak luka ya ?! wkwkwk* karena tidak konsentrasi, ia menubruk seorang pria yang tak lain adalah Ryuka. ”akh…” rintih Azumi yang bahunya mulai mengeluarkan darah lagi. ”hey..kau kenapa ?!” tanya Ryuka yang kaget melihat darah di bahu Azumi. ”sshh..bukan urusanmu, minggir..” jawab Azumi acuh dan kembali berjalan. ”hey, kau ini mau kemana ?! rumahmu ada disana !” seru Ryuka menunjuk ke arah sebaliknya Azumi berjalan. ”sudah kubilang bukan urusanmu !!”. ”gadis itu, Azumi…aneh sekali…apa yang sebenarnya sedang dia lakukan selama ini ??” pikir Ryuka yang mengingat kembali saat-saat bertemunya dengan Azumi. Mulai dari Azumi yang menjadi budak, menyusup ke ruang bawah tanah, dan saat ini yang mendapat luka cukup parah. ”akh, sudahlah..lagipula aku tidak mengenalnya, bukan urusanku..”.

 

 

Azumi akhirnya tiba di toko penjual kuda. ”paman, berapa harga satu kuda ?” tanya Azumi. ”o..oh, 120 keping emas..” jawab penjual. ”berikan aku kuda tercepat disini” kata Azumi sambil menyerahkan sejumlah uang pada penjual itu. ”Asano..? apa aku mengenalnya…?” pikir Azumi. ”ah, nona..ini adalah kuda tercepat disini” kata penjual itu yang membawa seekor kuda putih. ”oiya, paman..apa…kau tau seorang pria yang…bermarga Asano selain panglima Jinha..?” tanya Azumi. ”ah, kebetulan sekali..kalau aku tidak salah, beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda yang membeli kuda disini, sshh..namanya, kalau aku tidak salah…..ah, Kazuchi, ya..Kazuchi Asano” jawabnya. ”kazuchi ? sepertinya aku tidak asing…k..ka..kazuchi ?! pa..paman yakin ?!” seru Azumi yang mulai teringat. ”ya, memang Kazuchi”.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

 

Ryuka pergi menyusup pada malam hari ke penjara bawah tanah. Namun karena penjagaannya sangat ketat, Ryuka tidak bisa maju lebih jauh. Namun sebuah ide gila terlintas di pikirannya. Ryuka menyekap seorang penjaga dan melepaskan seluruh pakaiannya dan mengganti baju Ryuka dengan baju penjaga. Ryuka pun akhirnya berhasil sampai di penjara Ryusei.

 

”ke..ketua..?! bagaimana kau bisa kesini ?! seluruh istana sedang mencarimu..” kata Ryusei terkejut. ”hah..sudahlah, soal itu nanti saja, kita tidak bisa lama-lama disini, ayo cepat keluar” kata Ryuka yang membuka kunci sel dengan kunci yang dicurinya. ”tapi..bagaimana dengan yang lain ?” tanya Ryusei. ”belum saatnya, kita akan kembali lagi kesini dan barulah membebaskan mereka, sudah ayo cepat”. Mereka berdua pun akhirnya berhasil keluar dari wilayah istana dengan selamat.

 

Di hutan, ”Ryuka, tapi..kenapa kau hanya menyelamatkanku ?” tanya Ryusei di tengah perjalanan. ”h…adikmu yang menyuruhku..”. ”siapa ? Yone atau Yura ?”. ”menurutmu siapa ?” tanya Ryuka balik. ”h..pasti Yone ya ?”. ”m..”.

 

Azumi mengurungkan niatnya sementara untuk pergi menemui Nagamasa. Azumi kembali ke rumahnya yang ditempati Nachi dan Kazuchi. ”Kazuchi !!!! dimana kau ?!!” seru Azumi. ”hey Azumi, kau ini kenapa malam-malam begini ribut sekali..” omel Nachi yang keluar dari rumah disusul oleh Kazuchi. ”kau…kau Kazuchi Asano kan ?!” tanya Azumi tanpa basa basi. ”ya, memangnya kenapa ?” tanya Kazuchi. Azumi melemparkan sebuah pedang pada Kazuchi dan menantangnya bertarung. ”apa maumu ?!” tanya Kazuchi. ”mengalahkanmu” jawab Azumi singkat dan kemudian menyerang Kazuchi habis-habisan.

 

”he..hey, hey apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan ?! hentikan !!” seru Nachi. Namun tidak digubris oleh siapapun. Azumi sudah terlanjur terbakar semangat bertarung. Ia bahkan tidak peduli dengan luka yang ada di bahunya yang ternyata kembali mengeluarkan darah. Begitupun dengan Kazuchi yang juga sudah terpancing dengan Azumi. Nachi yang sudah tak tahan melihatnya langsung bertindak. Nachi menahan tubuh Azumi dan menjauhkannya dari Kazuchi. ”aaarrgghhh..!! apa yang kau lakukan ?! cepat lepaskan aku !!!” seru Azumi berontak. ”seharusnya aku yang bilang begitu ! kau ini datang-datang, kenapa langsung membuat rusuh ?!” seru Nachi yang akhirnya menghentikan pergerakan mereka berdua. ”h..hh..hh..h..kau..bukankah kau adalah putra Jinha ?!” tanya Azumi. ”apa ?” tanya Kazuchi tak mengerti. ”kau adalah putra Jinha, iya kan ?! Jinha Asano, kau putranya kan ?!” seru Azumi. ”jinha…Asano..?” kata Kazuchi mengulang. ”apa ?! maksudmu..panglima Jinha ?! itu tidak mungkin…tapi, kau..apa benar-benar..namamu, Kazuchi Asano ?!” tanya Nachi yang juga terkejut. ”aku tidak tau…aku bahkan tidak tau orang yang bernama Jinha, m..bukan, maksudku aku hanya tau..Jinha adalah musuh Nagamasa dan Hideyoshi…” jelas Kazuchi. ”jadi…kau tidak tau ?!”. Kazuchi menggeleng.

 

To Be Continued….

komen ditungguuu… >,<

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Japan

You’re My Miracle : Chapter 5

Title : You’re My Miracle

Genre : Romance, Comedy

Rating : PG13

Author : Emma ‘emomatopoeia’ Valentine

Cast :

– Kang Jun Woo

– Kang Ji Kyung

– Lee Yeong Bin

– Sung Eung Chae

– Choi Jung Seok

– Kim Hyo Rin

– Kang Shin Gyu

– Kang Hyun Mi

– Lee Soo Jin

– Lee Hyun Jae

– etc.

 

(backsound DBSK- You Are My Miracle)

Yeong Bin’s part

“ Iya. Dan kau punya pacar namanya Choi Jung Seok”

“A.Apa?”

“Iya Jung Seok hyung itu pacarmu…” Tidak,.. Aku berdiri dan berjalan keluar kamar Hyun Jae

 

(backsound Park Hye Ri – To a stranger)

“Noona,.” Panggil Hyun Jae, tapi aku pergi tanpa menghiraukannya dan aku mempercepat kakiku dan berlari keluar rumah. Entah kenapa kakiku betul-betul tak bisa berhenti apa itu tadi? “ Sunbae?” tidak,..Aku menutup telingaku dengan kedua tanganku. Aku membenci itu!!! Aku terus berlari tanpa arah dan tiba-tiba aku berhenti disebuah taman tepat dipinggir jalan dan akupun duduk dibangku taman didekatku. Kenapa aku tidak suka itu? Sunbae..selama ini..Lalu arti Jung Seok memelukku tadi,..Air mataku turun begitu saja dan aku menaikan kakiku sejajar dengan dada dan merapatkannya kedadaku dan aku menundukan kepalaku sehingga dahiku menyentuh lutut. Pantas aku merasa seperti ada sesuatu,.tapi..kenapa dia tidak memperkenalkan dirinya sebagai pacarku? Kenapa dia diam saja? Aku tak bisa merasakan apa-apa selain bingung. Aku ingin menangis tapi aku tidak tahu kenapa, aku juga tidak bisa menangis.

“Nona? Apa yang kau lakukan disini hmmm,.Dan sebentar lagi akan hujan apa kau tidak mendengar bunyi gemuruh langit malam?” Sapa seseorang. Aku mendongak dan melihat Ji Kyung didepanku. Aku melihat kekanan dan kiriku untung sepi. Dia tersenyum manis sekali lalu tertawa kecil.

 

(backsound Wonder girl – Saying I love you (inst.))

“ hm,.Sebaiknya kau pergi Ji Kyung, kau bisa membuat jalanan sepi ini jadi penuh.” Kataku. Cepat aku menurunkan kakiku dan meluruskannya. Dia menoleh kekanan dan kiri lalu menatapku lagi dan membungkukan badannya sehingga sejajar dengan wajahku masih dengan tersenyum

“ Penuh dengan apa?” tanyanya

“Dengan fansmu tentu saja” kataku.

“Hahahahaha,.itu sudah biasa” Katanya sekarang dia malah beralih duduk disebelahku. Aku menoleh padanya.

“ Mungkin bukan hanya fans saja tapi juga wartawan. Kau tahu, dan akan ada gossip tidak enak yang menyusahkanmu” kataku.

“Hahahahaaha,kau tahu seru sekali kalau ada gossip mengenai diriku dengan wanita bukan artis.” Katanya. Aku mengerutkan keningku tanda tak mengerti.

“Hamm,.aku ingin menunjukan sesuatu padamu?”

“Apa itu?” Dia tertawa lalu menarik tanganku pergi dan membukakan pintu mobilnya.

“ Apa sih?” tanyaku tak mengerti

“ Ayo masuk!” katanya dia menangkup kepalaku dengan tangannya yang besar dan membuatku masuk ke mobil. Lalu dia menutup pintunya. Lalu dengan cepat dia masuk kedalam mobilnya dan kami meluncur dijalanan.

“ Kita mau kemana?” tanyaku

“ Aku ingin menculikmu” ujarnya mencurigakan.

“ Apa?”

“Hahahahahaha,. Duduk manis saja kau pasti suka!” katanya.

“ Kalau kau macam-macam aku teriak loh!” seruku waspada. Ji Kyung semakin tertawa.

“Tidak akan, santai saja!” katanya. Dia berkonsentrasi dengan kemudinya dan kami berhenti di depan K-Entertaiment Grand Buliding dan dia memarkirkan mobilnya dibelakang gedung dan itu pintu belakang gedungnya. Lalu dia keluar dan aku mengikutinya dari belakang, setelah dia mengunci mobilnya kami masuk lewat pintu belakang dan naik lift barang ke atas.

“Kita mau kemana?” tanyaku.

“Kita mau ketempat favoritku.”

“Untuk apa kita ketempat favoritmu?” tanyaku

“Hahhh,. Kau akan tahu sendiri” serunya. Kami pun sampai diatapnya dan terbukalah pintunya. Lalu dia menarik tanganku keluar dan aku melihat udara terbuka dilantai 68 itu dengan kagum dan sungguh ringan dihatiku. Lalu Ji Kyung membawaku kedepan tembok yang lebih rendah dan dia membantuku naik dan aku berpijak pada tembok itu dan duduk bersama-sama dengannya.

“Lihat lampu-lampu itu? Cantik seperti Kristal bukan?” tanyanya. aku menatap kedepanku.waahh,. benar-benar cantik! Aku mengangguk dan tiba-tiba air mataku mengalir begitu saja aku tak sadar sama sekali. Aku hanyut dalam suasana sih!! Cepat-cepat aku menyeka air mataku tapi Ji Kyung mencegahku dan aku menoleh padanya.

“Kau butuh menangis nona,.” Ujarnya lirih. Aku menggeleng. Aku menarik tanganku dari pegangannya dan sungguh-sungguh menyeka air mataku.

“ Aku,.Tak tahu alasan aku menangis sesungguhnya. Jadi, air mata itu harus aku hapus.” Kataku.

“ Hm,. Kau kuat sekali nona. Padahal hatimu pasti terluka.”

“Hahahaha,. Aku tak punya ingatan mana bisa terluka?” kataku seraya menghela nafas.

“ Nona, mau melakukan sesuatu?” tanyanya lagi.

“Apa itu?” Dia menatapku dan maju beberapa dekat dan tersenyum begitu dia dekat wajahku mungkin 10 cm lagi.

“ Kita main kembang api yuk?” EH?? Aku sudah deg-degan! Bukan mengharapkan sesuatu tapi begitu dekat denganya seperti tadi bisa-bisa kacau pikiranku!! Dia berdiri dan melompat kembali kebelakang gedung. dan mengambil sesuatu dari gedung kecil disamping kananku dan letaknya agak jauh dariku lalu dia menunjukan sesuatu. Beberapa batang kembang api dia bawa dan berlari padaku. Aku tertawa melihat kelakuannya itu. Seperti anak-anak saja. Lalu dia kembali duduk disebelahku dan mengambil pematik api dari saku celananya.

“ Kau merokok ya?” tanyaku

“ Tidak aku ambil pematik api dari dus tempat kembang api itu” ujarnya.

“ Oh,.” Dia menyalakan kembang apinya

“Ini!!” serunya sambil memberikan satu kembang api yang dia nyalakan tadi padaku, dan aku mengambilnya. Lalu dia sendiri menyalakan satu.

“ Ayooo,. Putarkan kembang apinyaaa “ serunya sambil membuat kembang apinya berputar-putar dan aku tertawa melihat itu.

“ Ayo dong yeong bin,.lakukan!” serunya. Aku pun melakukan hal yang sama. Kami tertawa bersama.

“ Nona, apa kau tahu arti kembang api dan pematik ini?” tanyanya

“ Tidak, memangnya apa artinya?” tanyaku.

“ Kembang api itu hanya akan bersinar bagus bila pematik api itu memberikan api padanya dan tentu saja pasti kembang api merasa kepanasan karna terkena api tapi hasilnya kembang api itu sangat cantik berpijar ya kan? Kembang api itu sama dengan cinta dan api yang membakarnya dari pematik adalah masalahnya. Maka.. cinta tidak akan berpijar bila tak ada masalah yang menyakiti cinta untuk semakin cantik dan bersinar.” Ujarnya sambil tersenyum.

“ Lalu,. Maksudmu apa?” tanyaku

“ Yaaa,. Maksudku adalah kalau kau ada masalah cinta, masalah akan membuat cintamu semakin kuat dan indah walau sakit.”

“ Tapi aku tidak ada masalah cinta” kataku seraya menggeleng.

“ Eh? Yang benar?” dia melongo karna salah. Hahahahahahah..

“ Iya”

“Ehh??? Aku salah ya?”

“Iya. Hahahahahaahahah.” Aku tertawa puas sekali. Dia tersenyum melihatku tertawa.

“ Lalu.. apa masalah yang membuatmu menangis nona?” tanyanya. Aku tersenyum dan menghela nafas.

“ Aku tak tahu tapi aku bingung tentang ingatanku kepada seseorang dan aku jadi menangis. Itu saja.”

“ Apa dia pria dimasa lalumu?” tanyanya. Aku tersenyum dan menoleh

“Mungkin.”

“Begitu..”

“ Berarti aku ada saingannya benarkan?”

“ Eh?”

“Tentu saja aku ada saingannya. Tapi aku tidak akan merelakan fans specialku pergi dariku!”

“ Fans special??” tanyaku

“ Hahahahaha,.katamu kau penggemar beratku kan?”

“ Iya.”

“ Lalu ada pria lain dihidupmu juga kan?”

“ Iya,. Lalu?”

“ Hm,. Kau menduakan cintamu padaku dengan pria itu ya?” sambil mencibir

“ Ha? Hahahahahahaha! Tapi kan aku hanya penggemarmu dan dia,.mungkin pacarku”

“ Aku tidak rela pokoknya! Dihatimu Cuma ada aku saja tidak boleh punya pacar lain selain aku”

“Hahahahahahha kau berlebihan!!” seruku masih tertawa.

“ Kalau aku meminta kau jadi pacarku kau mau?” tanyanya tiba-tiba. Aku berhenti tertawa dan tersenyum padanya.

“ Kau itu aneh. Bukannya kau pacarnya Sung Eun Chae?”

“ Hahahahah semuanya percaya ya? Aku bukan pacarnya. Kami hanya dekat” katanya.

“ Hm,. aku tak percaya!” kataku masam

“Hahahahahah apa kau terlihat sedang berbohong?”

“ Ya.”

“ Hahahahaahah kau benar-benar tidak percaya?”

“ Tentu saja tidak!?” kataku sambil mencibir.

“ Hahahaha baiklahhh,. Kau sungguh menyenangkan kau tahu?” ujarnya. Aku tertawa kecil.

“ Kau seperti playboy saja menggoda gadis yang tidak tahu apa-apa!” kataku. Dia tertawa bersamaku.

“ Ayo aku antar kau pulang.” Kata Ji Kyung. Aku menggeleng.

“ Aku tidak mau merepotkanmu aku bisa pulang sendiri.” Kataku sambil turun dari tembok tempat aku duduk.

“ Hah,. Kenapa kau bilang aku repot? Tidak ayo!” serunya sambil menarikku cepat dan dia sungguh- sungguh mengantarkan aku pulang. Hm,. dia itu lucu…

======================================+++++++====================================

 

Lee Soo Jin’s part

 

“Yeong Bin ah?” panggilku pada putriku sambil membuka pintu kamarnya. Kok tidak ada? Hyun Jae membuka pintu dan menatapku.

“ Kakakmu mana?” tanyaku.

“Dia tadi kan tanya-tanya tentang masa lalunya, lalu..waktu aku bilang tentang Jung Seok hyung, dia pergi.”

“A.apa? Kau memangnya bilang apa padanya?” tanyaku was was

“ Aku bilang hyung pacarnya. Lalu dia pergi “

“ Apaaa?? Ya ampuunn anak ini!” aku memukul lengannya dan mengeluh.

“Kenapa kau bilang kalau Jung seok itu pacarnya?” keluhku keras.

“ Tapi memang benarkan? Hyungnim pacarnya noona”

“ Tidak lagi! Mereka sudah pisah! Kau itu sok tahu sekali haaaaaa,. Bagaimana sekarang?” kataku bingung. Aku takut sekali dia kenapa-kenapa! Apa yang harus aku lakukan? Oh aku telepon Jung Seok saja? Apa begitu?

“Eomma,.”panggil Hyun Jae.

“ Eom mau menelepon hyungnim,.” Kataku

“Mianhae eom, aku tidak tahu..”ujar Hyun Jae menyesal.

“Sudahlah tidak apa-apa” aku cepat beranjak dan menyabar telepon disamping tangga dan menekan nomor handphone Yeong Bin, ah, tersambung tapi kok,. Bunyi deringnya terdengar dan itu dikamarnya berarti dia tidak membawa handphonenya sama sekali. Apa.. Jung Seok. Aku telepon Jung Seok saja Ah,.nadanya tersambung..

“ Halo?” sapa Jung Seok

“Jung Seok ah,ini ahjumma, Yeong Bin.. tahu siapa kau”

“Maksud ahjumma?”

“ Yeong Bin tahu kalau kau pacarnya” kataku.

“ Begitu..Lalu.. apa reaksi Yeong Bin?” tanyanya

“ Dia langsung pergi dari rumah dan aku tidak tahu dia pergi kemana!” kataku

“ Ahjumma tenang saja aku bantu carikan!” serunya cepat.

“Ne, ara, aku juga akan mencarinya” kataku.

“ Ahjumma tidak perlu mencarinya biar aku saja.ahjumma tunggu dirumah saja siapa tahu dia pulang” kata Jung Seok menenangkanku.

“ Baiklah,. Cepat kabari aku ya kalau kau menemukannya” kataku

“Ne, ahjumma”

“Ne,’ aku menutup teleponnya dan menatap Hyun Jae yang berdiri didepanku.

“ Kenapa noona tidak boleh tahu kalau hyungnim adalah pacarnya?” tanya Hyun Jae.

“ Karna Jung Seok dan kakakmu sudah putus dan Jung Seok tak mau Yeong Bin ingat dengan cara dia tahu kalau mereka sudah putus. Kakakmu..harus kembali ingat siapa dirinya dengan cara yang lain. Itu terlalu menyakitinya.” Kataku.

 

(backsound 2AM- Inorae (inst.))

 

“Ahjumma sebenarnya aku dan yeong bin sudah putus”

“Bagaimana.bagaimana bisa?”

“Aku..aku mencintai Hyo Rin dan aku..sudah minta maaf karna hal ini”

“A.apa? kau mengkhianati anakku haaa??? Aku tidak percaya ini!!!!”

“ Sku tahu ahjumma pasti tidak akan percaya dan marah padaku tapi aku bisa apa?”

“TINGGALKANN PUTRIKUUUU!!! JANGAN MUNCUL LAGI DIHADAPANNYAA!!!”

“Ta.tapi ahjumma aku. Kesalahannku adalah membuat Yeong Bin begini! Dia hilang ingatan berarti dia benar-benar sakit hati padaku!”

“ Tidak ada alasaaannn!!! Pergi kau!!!”

“ Ahjumma aku janji akan membuatnya mengingat siapa dirinya,.. aku janji setelah Yeong Bin ingat siapa dirinya aku janji akan pergi dari kehidupannya aku janji!!”

“ SEBAIKNYA KAU INGAT JANJIMU ITU!! KALAU KAU MELANGGARNYA KAU AKAN TAHU AKIBATNYA!!”

Setelah kejadian sebulan yang lalu dan pengakuan Jung Seok yang membuatku syok, aku masi membiarkan Jung Seok masih berada didekat Yeong Bin, lalu bagaimana sekarang? Bagaimana mengatakan pada Yeong Bin? Dia pasti tiba-tiba bingung apa yang akan dia pikirkan? Yeong bin..dimana kau nak?

 

=============================================++++++=================================

 

Jung Seok’s Part

(backsound Bi Rain – Love Song)

Aku harus mencari kemana dia? Ya ampun,. Kenapa dia harus tahu? Aku kan tidak bisa bicara apa-apa bila dia tahu yang sebenarnya? Hah! Aku menyambar kunci mobil dan cepat pergi keparkiran dan masuk mobil.

TURT!TURT!TURT! handphoneku berbunyi lagi! Siapa sih? Aku mengangkatnya.

“ Ne Hyo rin?” sapaku sambil menjalankan mobil

“ Kau mau pergi?”

“ Ya, aku mau mencari Yeong bin dia hilang!”

“ Benarkah?” Kemana dia pergi?”

“ Aku juga tidak tahu dia pergi setelah dia tahu kalau aku pacarnya”

“ Benarkah? Dia juga tahu kalau dia dan kau putus?”

“ Tidak! Dia hanya tahu aku pacarnya. Hyo Rin, bisa kau telepon aku nanti? Aku agak panik sekarang lihat ini sudah jam 11 malam. Dan Yeong Bin belum ada kabar sama sekali!” kataku

“ Oke-oke! “ katanya.

“Maafkan aku ya? Aku betul-betul tida enak hati saat ini!” kataku

“ Ya aku mengerti! Dah!” Dia menutup teleponya dan aku tahu aku merasa bersalah juga tapi aku tidak bisa apa-apa. Aku betul-betul panik ini menambah perasaan bersalahku pada Yeong Bin. Hah.. Aku menyusuri jalanan dan mencari sosoknya tidak kutemukan. Aku mencari hingga sampai didekat jalan rumahnya dan aku melihat disana,.sebuah mobil berplat nomor J 1 KY.Eishh!! Aku menghentikan mobilku dan aku keluar dari mobil menatap Ji Kyung dan Yeong Bin keluar dari mobil. Yeong bin nampak kaget melihatku padahal tadi dia sedang tertawa bersama dengan Ji Kyung. Hah…

 

(backsound G-Na – Loving You)

 

+TBC+

 

all comment allowed^^

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Korean

You’re My Miracle : Chapter 4

Title : You’re My Miracle

Genre : Romance, Comedy

Rating : PG13

Author : Emma ‘emomatopoeia’ Valentine

Cast :

– Kang Jun Woo

– Kang Ji Kyung

– Lee Yeong Bin

– Sung Eung Chae

– Choi Jung Seok

– Kim Hyo Rin

– Kang Shin Gyu

– Kang Hyun Mi

– Lee Soo Jin

– Lee Hyun Jae

– etc.

 

(backsound DBSK- You Are My Miracle)

“Cukup dekatnya!! Kau mau mencelakai aku lagi??” seru Pak GM. Aku berhenti lalu mengulurkan bantalnya setelah berada tepat disamping tempat tidurnya. Dia mengambilnya cepat dan aku kehilangan keseimbangan dan memeluknya!! Aku berada tepat diatasnya dan kepalaku tepat didadanya.Jantungku berdebar kencang sekali.Aduuuuuuhhh… Memalukan sekaliiii!!! Aku menjauhkan diriku cepat dari Pak GM dan membungkuk cepat.

 

“M.Maaf..Aku sungguh minta maaf itu tidak sengaja tuan, aku sungguh minta maaf!!” seruku cepat.huuh,..

“Hya! Aku bilangkan  jangan dekat-dekat!! Kenapa mendekatiku terus sih?? Pergi sana sebelum aku panggil polisi!!” serunya begitu kesal dan aku makin mundur dan terus membungkuk sesaat kemudian berbalik lalu keluar ruang inap Pak GM. Huuh..aku menghela nafas cepat dan menatap semua orang yang berada diluar. Ji Kyung menyerenyit dahinya dan aku tak boleh terlihat aneh didepannya. Aku tersenyum padanya dan mengangguk. Dia mendekatiku cepat.

 

“ Sebaiknya aku pulang sekarang. Besok aku datang lagi!” kataku.

“ Apa perlu aku antar?” Tanya Ji Kyung. Aku menggeleng cepat

“ Aku bisa pulang sendiri. Lagi pula aku sudah banyak merepotkan sebaiknya aku pulang sekarang” kataku sambil membungkuk.

“Baiklah hati-hati ya?” katanya. Aku tersenyum dan mengangguk mantap.

“Permisi” kataku seraya membungkuk lagi kali ini kepada Pak Penasehat. Pak Penasehat pun ikut membungkuk. Aku berbalik dan hendak pergi bersamaan dengan itu Jung Seok datang.

“Jung Seok ah?” panggilku lirih,tapi dia tidak menjawabku dan aku mengikuti arah tatapan mata Jung Seok menatapku dan belakangku. Begitu dia melihat Ji Kyung, terlihat dia tidak suka sekali tapi dia membungkuk pula.

“Apa kau sudah selesai?” Tanya Jung Seok padaku.

“Ya” kataku

“ Ayo pulang” katanya sinis,dia menarik tanganku pergi. Aku ikut dengannya dan diam aku sungguh tak mengerti kenapa dia bersikap seperti itu. Kami tiba diparkiran dan setelah menemukan mobilnya kami masuk kedalam mobil dan Jung Seok tidak berbicara sama sekali padaku.

 

“A.pa..kau tidak suka Ji Kyung ya?” tanyaku

“Aku tak suka dia dari dulu!!” ujarnya ketus

“ Tapi..Dia orang yang baik!”

“Berhenti memujinya, aku sudah muak mendengar kau memuji dia terus dulu” katanya dengan nada yang sama seperti sebelumnya.

“Begitu?” kataku. Ji Kyung sangat melekat padaku sepertinya sampai-sampai orang yang berada didekatku jadi bosan mendengarkannya.

“Berhenti bertemu dia!!” kata Jung Seok tiba-tiba.

“Ne?” tanyaku kaget.

“Setelah aku melihat kau dengannya aku terusik!!” katanya tiba-tiba. Aku mengerutkan keningku tak mengerti.

“Aku bingung.. kau itu kenapa sebenarnya?” kataku

“Aku..Aku..Agrh!!! Ayo ikut denganku!” katanya uring-uringan sendiri.

 

Ada apa dengannya? Dia membelokkan jalur menuju  kesebuah jalur yang aku seperti mengenal jalur ini dan membawaku kejembatan layang yang tepat dibawahnya adalah laut, lalu dia menghentikan mobilnya dipinggir sebelah kanan jalan. Apa.. Aku kenal tempat ini?

“ Ayo turun” katanya lagi. Aku mengikuti perintahnya dan turun. Angin yang menyibak rambutku sangat sejuk dan aku nyaman sekali disini. Aku mendekati pinggir jembatan dan menatap matahari yang hamper tenggelam dengan warna gradasi kuning keemasan dan begitu berkilau.

 

“ Apa kau ingat tempat ini?” Tanya Jung Seok begitu dia berdiri disamping kananku.

“ Aku tidak tahu” jawabku cepat seraya menoleh padanya.

“Ini tempat favoritmu dulu” katanya

“Ah? Benarkah? Waaaahhhh.. tempat favoritku sangat bagus!! “ seruku senang, aku tidak tahu aku bisa juga memiliki tempat yang menenangkan seperti ini.

“ Dulu,.” Aku menatap palang besi disampingku dan disana seperti ada tulisan Yeong Bin cinta Sunbae selamanya,. Eh?

“ Jung Seok ah? Lihat ini!!” seruku seraya menunjuk kearah tulisan itu. Jun Seok menoleh dan menatap tulisan itu. Dia terkejut juga dan menatapku.

“ Aku menulis itu ya? Kapan kutulis? Ya ampun, malu sekali aku,..” kataku seraya meyentuh pipiku dengan kedua tanganku, apa aku punya pacar ya? Atau orang yang aku sukai selain Ji Kyung?? Huuh..Kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali? Aku menatap Jung Seok dan dia terlihat berbeda sekali dia menatapku lembut dan sepertinya dia merasa bersalah akan sesuatu.

“ Jung Seok ah?” panggilku. Grep! Dia memelukku dengan erat.EH??

 

(backsound DBSK- Remember)

 

“ Aku tidak tahan lagi Yeong Bin, apa kau tidak ingat aku?” tanyanya. Eh? ZRUT!! “Sunbae? Sunbae? Apa aku panggil Sunbae Oppa saja? Apa kau cinta aku? Apa Sunbae mau kupanggil oppa?” “Yeong bin ah?” “ itu terlalu romantis aku tidak suka” “hahahahhaha” “ tentu aku mencintaimu” Aku merasa pusing aku cepat-cepat melepaskan pelukan Jung Seok dan air mataku keluar begitu saja, aku sesak nafas dan seluruh tubuhku gemetaran.

 

“ A.Aku mau pulang” Kataku cepat dan masuk kedalam mobil Jung Seok lagi dan mengenakan seat beltnya lagi dan tak menatap kemana-mana. Tak lama Jung Seok masuk kedalam mobil dan diapun menyalakan mesin mobilnya dan kami pun pergi dari tempat itu. Aku menyeka air mataku dan menoleh keluar jendela mobil. Kenapa itu? Aku tidak suka! Kenangan itu menyakitiku kenapa Jung Seok memelukku? Aku jadi merasa kesal, marah, sedih dan aku seperti baru saja mengingat kenangan yang mencengkram jantungku. Aku tak mau mengingat itu….

 

======================================+++++++++=====================================

Jung Seok’ part

 

Yeong Bin keluar begitu saja dari mobil tanpa sepatah katapun. Dia berlari masuk kedalam rumahnya.Duag!! aku memukul stir mobil!! Sial!! Aku salah malah membawanya kesana!! Tapi aku kesal karna Ji Kyung terlihat bersamanya!! Aku tahu Ji Kyung adalah adik Pak GM, itu kenapa aku tak mau memberitahukan Yeong Bin dulu kalau Ji Kyung sang pahlawannya adalah adik atasanku dan aku membencinya!! Karna pasti Yeong bin akan menanyakan dia terus!! Kenapa aku begitu tak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya??

Tulisan itu..Tulisan itu.. Kapan dia membuat tulisan seperti itu? Kenapa aku tidak tahu hal ini? Aku semakin merasa bersalah… Tidak! Aku bukan hanya merasa bersalah tapi.. Apa aku masih ada perasaan padanya? Tidak! Itu pasti hanya kebingunganku saja melihat Ji Kyung denganya dan tulisan itu. Ya.Ya.Ya pasti begitu.. aku melajukan mobilku dijalanan lagi dan pulang keapartemenku. Aku capek seharian ini…

Ketika aku sampai didalam kamar apartemenku aku menyalakan lampu dan menatap kamar apartemenku. Sebersit bayangan Yeong Bin disekitar.Apa yang terjadi sebenarnya?  Aku cepat-cepat pergi mandi dan setelah selesai hingga kau berpakaian aku pergi ke dapur dan membuka kulkas lalu mengambil bir kalengan didalam kulkas. Sejuk sekali didalam sini.

 

“Sunbae?”

“ ya Yeong Bin?” aku reflex melihat kebelakangku dan tentu saja diruangan itu tidak ada siapa-siapa hanya ada aku. Aku ini kenapaaaa?? Cepat-cepat kubuka bir itu dan minum. Hm,. Aku harus bertanya pada Yeong Bin apa dia baik-baik saja?Tidak! Buat apa bertanya padanya? Kenapa aku jadi seperti ini?

 

 

==================================++++++=====================================

 

Yeong Bin’s Part

 

“ Nak?” panggil ibuku dan aku menoleh setelah aku menatap poster Ji Kyung yang besar dikamarku.

“Ne, ada apa ibu?” tanyaku. Ibuku masuk kedalam kamarku dan duduk disebelahku.

“Sejak kau pulang, kau tampak bingung ada apa sebenarnya?”

“ A. Ah bukan apa-apa bu,hanya saja,.aku terlalu cape berusaha mengingat sesuatu yang tidak bisa aku ingat. Hahaha” aku tertawa dipaksakan dan ibuku hanya tersenyum kecut dan membelai rambutku.

“ Jangan dipaksakan, pelan-pelan saja nak,.”

“ iya Ibu,. “ aku tersenyum padanya.

“ Ibu!!” Teriak Hyun Jae dari bawah.

“ Iyaaa, aish anak ini tidak sopan sekali memanggil ibunya seperti memanggil pembantu saja!!” Keluh ibu kesal dan ibu pun pergi begitu saja.

 

Aku tertawa kecil melihat itu lalu aku berbaring ditempat tidur dan masih menatap foto Ji Kyung di atap kamar. Kuperjelas kamarku ya? Semua foto ji Kyung seperti wallpaper kamar. Semuanya mulai dari tembok dekat yang hampir menyentuh lantai hingga ke atap kamarku semuanya Ji Kyung. Tidak ada yang tersisa sedikitpun kecuali tempat untuk menyalakan lampu dan jendela. Dan aku bisa bertemu dengannya langsung dan melihatnya bergerak dan berbicara didepanku. Tapi rasanya sangat berbeda. Kenapa ya? Mungkin kalau aku melihatnya pada saat aku tidak amnesia, aku pasti sudah pingsan mengingat aku begitu menyukainya. Hahahahaha,.

 

“ Oi pisang!!” teriak Hyun Jae dari luar kamarku dan aku menoleh padanya.

“Pisang?” tanyaku sambil bangun

“Pisang itu kau bodoh!!!” teriaknya. Aku mengerutkan keningku.

“Eh Hyun Jae? Panggil kakakmu makan malam sama-sama!!” teriak ibu dari bawah. Hyun Jae menatapku sebal.

“Cepat turun pisang!” serunya sambil berlari kebawah lagi. Aku mengikutinya dan pergi kebawah untuk makan malam sama-sama. Hyun Jae terlihat sangat sebal padaku karna makannya gaduh sekali. Dia memotong daging yang dimakannya hingga piringnya berbunyi padahal daging yang dimakan sama sekali tidak keras.

“ Hyun Jae!!” ujar ibu setengah keras, membuat Hyun Jae berhenti dan menatap ibu.

“ Kembali makan dengan benar!” ujar ibuku lagi. Kali ini dia menoleh padaku dan kembali makan.

“ hari ini aku harus mengerjakan tugas gambarku!” Gerutu Hyun Jae sebal dan makan.

“ Benarkah?” Tanya ibu

“ Dan aku kesal karna aku tidak bisa mengambar rumah dengan benar!” gerutunya lagi seraya melirik padaku sesaat dan masih makan. Aku menelan suapan terakhirku dan menaruh sendok dipiring.

“ Kerjakan sendiri saja, nanti kalau kau tidak bisa kau Tanya ibumu ini” TRANG!! Hyun Jae menaruh sendok dengan keras dan menggeser kursi makannya.

“AKU TIDAK MAU DIBANTU IBU!!!!” serunya kesal lalu dia pergi begitu saja dan membanting pintu kamarnya. Hahh,..

 

“ Hyun Jae biasa kau manja sih jadi dia begitu!”

“ Maksud ibu?”

“ Hyun Jae hanya mau kau yang mengajarinya menggambar! Tapi sekarang kondisinya tidak mungkin. Hyun Jae kesal dan dia marah-marah seperti itu. Tidak apa-apa nak, nanti dia cepat mengerti apa yang terjadi” kata ibu sambil minum air putih dari gelas miliknya.

 

“ Kau sudah selesai makan? Biar ibu bereskan” kata ibu seraya berdiri.

“ Sudah Bu, ah aku bantu ya?” kataku

“ Sudahlah, tidak apa-apa biar ibu saja! Kau istirahat saja ya nak?” kata ibu dengan gesit merapikan meja supaya kau tidak membantunya ha,. Aku pergi kekamar Hyun Jae dan mengetuk pintu kamarnya.

“ Hyun Jae?” panggilku

“ PERGI!!! KAU BUKAN KAKAKKU!! KAU ORANG LAIN!!! Huhuhu” terdengar suara isaknya. Hm,. Aku membuka pintunya dan dia sedang menangis di meja belajarnya dan menyembunyikan wajahnya dibalik kedua tangannya. Aku mendekatinya.

“ Hyun,. Ayo aku bantu mengerjakan tugasmu!” kataku.

(Backsound G-NA – Loving You)

 

“ Kau berbeda dan aku sebal sekali!!Huhuhu,. Kau bahkan tidak kenal aku!!” katanya masih segukan. Aku berlutut didepannya dan memeluknya. Dia menangis lagi dan aku semakin memeluknya. Maafkan aku Hyun, aku akan bekerja keras agar kau bisa mengingat siapa aku dan takkan melupakanmu.

“ Bagaimana kalau kau membantuku untuk mengingat siapa aku?” Tanyaku seraya melepaskan pelukanku.

Aku menatapnya yang menyeka air matanya dan menganguk.

“ Asal kau membantuku mengerjakan tugas membuat bangunan rumah!!” serunya. AKu mengangguk dam tersenyum padanya.

“ Hm,. kau mau dimulai dari mana?” tanyanya. Aku menggeleng.

“Hm,. terserah kau saja aku mendengarkanmu!” kataku seraya berdiri dan duduk ditempat tidur Hyun Jae. Dia menggeleng.

“ Kau lahir tanggal 12 Mei 1987. Kau adalah seorang desainer di Jolie Studio dan kau itu pekerja keras. Makanan favoritmu adalah pisang. Kau suka mendengkur kalau tidur, warna favoritmu merah, kau tidak suka binatang peliharaan apapun jenisnya. Kau tidak suka air putih. Kau benci seafood, dan kau sangat cinta komik dan Ji Kyung”

“ A.Apa? Kelihatannya kau kenal sekali aku!? Haahahahah..” aku tertawa lucu

“ Iya. Dan kau punya pacar namanya Choi Jung Seok”

“A.Apa?”

“Iya Jung Seok hyung itu pacarmu…” Tidak,..

 

(backsound DBSK- Remember)



 

 

 

 

+TBC+

 

comment allowed_

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Korean

You’re My Miracle : Chapter 3

Title : You’re My Miracle

Genre : Romance, Comedy

Rating : PG13

Author : Emma ‘emomatopoeia’ Valentine

Cast :

– Kang Jun Woo

– Kang Ji Kyung

– Lee Yeong Bin

– Sung Eung Chae

– Choi Jung Seok

– Kim Hyo Rin

– Kang Shin Gyu

– Kang Hyun Mi

– Lee Soo Jin

– Lee Hyun Jae

– etc.

 

(backsound DBSK- You Are My Miracle)

 

Yeong Bin’s part

 

“ Ha.. ya sudah nona, mari kita keluar saja.” Ujar Pak Penasehat, aku menganguk dan pergi keluar dengannya.  Bersamaan dengan itu aku menoleh kedepanku. EH?

“ Tuan Muda Ji Kyung?” T.Tuan Muda Ji. Ji Kyung?

 

(backsound After School – Because Of You(Inst.))

Aku menatap Ji Kyung dan Ji Kyung pun menatapku aneh karna dia sedikit mengerutkan keningnya. Penasehat itu mendekati Ji Kyung dan membungkuk sopan.  Ji Kyung membungkuk pada penasehat itu.

“ Bagaimana Hyungku Paman?” Tanyanya.Hyung?? jadi..PaK GM itu..kakaknya? ya Ampun!!kenapa semua begitu kebetulan sih? Aku bingung!!

“Dia sedang dirawat tuan muda, anda tidak perlu cemas dia hanya mengalami kecelakaan kecil.” Jelas penasehat itu.

“Begitu? Lalu..Nona itu?siapa dia?”Tanya Ji Kyung pada penasehatnya

“ Ah, dia yang mengantarkan tuan muda Jung Woo kesini”

“ Tidak, sebenarnya aku yang membuat kakakmu masuk kesini..aku yang membuatnya menelan gelang dan aku yang menyebabkannya jatuh terbentur lemari buffet samping tempat tidurnya” jelasku panjang lebar. Ji Kyung melongo lalu tersenyum padaku.

“Paman aku musti berbicara dengan nona ini!” ujar Ji Kyung dengan nada terdengar misterius.Penasehat itu mengangguk lalu Ji Kyung mendekatiku, aku hanya bisa mengkerut dan menatapnya yang sudah dekat.ZRUTT!!! Kyaaaa JI Kyung ganteng sekali!! Aku ingin menciumnya!! E.Eh?? apa tadi?? Kenapa..aku mengingat perkataan itu?

“ Ayo nona!” ujarnya. Aku mengangguk lalu pergi dengannya duduk didepan kamar Pak GM.

“Sebelumnya aku mau minta maaf karna tadi melupakanmu dan pergi begitu saja” Katanya

“Ne?” aku masih bingung karna aku mengingat sesuatu yang aneh jadi aku begitu bingung dan tidak konsentrasi dengannya.

“Tadi kau ke acara jumpa fans ku ingat?”

“ A.Ah iya, aku sebenarnya mau minta maaf menyusahkanmu, aku memang harus bertemu kau,karna harus memastikan sesuatu denganmu. Tapi, sekarang aku betul-betul membuat orang lain susah..Kakakmu sungguh sial karna aku” kataku lirih

“Hm.. kakakku tidak apa-apa kau tenang saja ya?”

“ Tapi.. “

“Yuph, Baikah sekarang aku ingin bertanya kenapa kau mengatakan kalau kau hanya mengingatku? Aku sungguh tak mengerti dan tadi kau bilang kau ingin memastikan sesuatu denganku” Dia menepuk bahuku dan tersenyum, terlihat sekali dia ingin mengalihkan pembicaraan seputar kakaknya tadi.

“Aku,..hilang ingatan” ujarku singkat. Dia mengerutkan keningnya

“ Kau?Lalu..”

“ Aku tak ingat siapapun, bahkan ibu dan adikkupun tidak aku ingat. Aku hanya mengingat kau”

“Bagaimana bisa?” tanyanya

“Yah,..Aku tidak tahu, makanya aku harus bertemu kau untuk mencoba mengingat sesuatu. Tapi..hasilnya tidak ada. Aku tak ingat apapun dan menjadi musibah untuk kakakmu”

“Hem,..aku menyesal mendengar itu tapi untuk masalah kakakku, kau tak perlu merasa bersalah ya? Karna kakakku tidak apa-apa.”

“Aku mengidolakanmu, mungkin itu kenapa aku begitu mengingatmu. Wanita yang mengaku Ibuku bilang, kecelakaan itu terjadi sebelum aku mau menonton konsermu di K-centre Main Hall. Mungkin itu kenapa hanya kau yang aku ingat.” Kataku sambil tersnyum padanya dan dia membalas tersenyum juga padaku.

“Ini langka sekali, aku baru bertemu dengan seorang fans yang walaupun amnesia tapi dia ingat aku. Aku bukannya senang kau hilang ingatan tapi aku tersanjung karna kau begitu mengingatku.” Ujarnya.

“ Terima kasih,.” Aku tersenyum padanya lagi. Aku tak tahu bagaimana mengembalikan ingatanku sekarang, karna bertemu dengan Ji Kyung pun tak membantu…

 

==============================+++++++++===========================================

Ji Kyung’ part

(backsound 2PM- I Can’t)

Aku tersenyum menatap gadis unik ini. Kasihan sekali dia kehilangan ingatannya dan hanya mengingat aku saja. Apa.. dia punya pacar? Aish!! Kenapa aku bertanya begitu??

“ Sepertinya aku harus menelepon rumah supaya tidak khawatir” ucapnya begitu manis. Aku menganguk lalu dia pergi menjauhiku dan aku mendekati kamar hyungku. Dia sudah siuman sepertinya, aku membuka pintu kamarnya dan tersenyum hyung seperti berjaga-jaga takut sesuatu mendatanginya dan aku tahu dia pasti takut nona tadi,eh? Aku lupa namanya?! Aku berbalik keluar dan melihat dia sedang menelepon serius sekali sepertinya. Huft,.Aku masuk kedalam dan menatap hyungku lagi yang sudah lega sekarang.

“ Hyung, kau seperti melihat setan.” Godaku

“ Ini lebih parah dari setan!!” Keluhnya sambil sedikit meringis ketika menyentuh keningnya yang diperban.

“ Hm.. tapi hyung, gadis ini manis sekali, kau tahu tidak?”

“ Aish,.awas jangan dekat-dekat dia, dia itu musibah!” ujar hyung sambil bergidik.

“ Hahahaha” aku menatap keluar lagi dan melihat ayah hendak membuka pintu. Eh? Senangnya ayah datang menjenguk. Begitu pintu dibuka aku tersenyum dan menbungkuk pada ayah.

“ Ayah..” sapaku.

 

(backsound Super Junior – Don’t Don)

Ayah menatapku sesaat lalu dia pergi mendekati Hyung. Hyung nampak sedikit terkejut dan ada perasaan bahagia diwajahnya yang kaku tetapi ayah berhenti beberapa langkah dan menatap Hyung.

“ Ji Kyung bisa tinggalkan kami?” Tanya yah tanpa menoleh padaku dan masih menatap hyung.

“O.Oh iya ayah” kataku dan akupun pergi keluar ruangan rawat hyung dan pergi menemui gadis itu.

(backsound After School – Because Of You(Inst.))

“ Nona, kita belum berkenalan. Siapa namamu?” tanyaku

“ Oh, aku,..ibuku bilang namaku Lee Yeong Bin”

“Hm.. namamu seperti nama laki-laki ya?”

“Ya,.aku juga mengira begitu” Aku tertawa kecil dengannya. Dia menatapku lagi.

“ Kau sedang berusaha mengingat sesuatu dari melihat wajahku?” tanyaku. Memang sedikit terlalu percaya diri tapi aku berharap itu benar.

“ Hahaha, kau bisa menebaknya ya?” tanyanya

“Tentu, karna aku kan bisa tahu semua hal”

“Benarkah?”

“Iya. Kau mau tahu apa yang kuketahui lagi?”

“ Apa?” tanyanya begitu penasaran.

“ Aku tahu kalau kau masih muda”

“Ne?” dia kaget dan aku tertawa kecil

“Apa kau benar?”

“Ya, kata ibuku usiaku baru 23 tahun”

“Dugaanku benar”

“Hahah kau hebat bisa menebak”

‘Tidak, aku hanya iseng saja”

“Tapi tetap saja itu keren!” katanya begitu terkejut. Padahal aku hanya asal saja. Hm..Menarik..

“Nona, Lee..”

“Yeong Bin saja” pintanya cepat. Aku menganguk dan mendehem

“Oke Yeong Bn, aku jadi tertarik membantumu memulihkan ingatanmu. “ Ujarku.

“Ne? A. Ah tidak usah Ji Kyung ah, aku bisa melakukannya sendiri” tolaknya

“Tapi katamu kau hanya ingat aku benarkan? Bagaimana diawali dari aku lalu sedikit demi sedikit kau mencoba mengingat dirimu”

“Tap.Tapi.. aku.. Aku tak enak jadi merepotkanmu nanti” katanya.

“Aku tidak merasa direpotkan. Memangnya kenapa menolong fans yang sudah membuat kakakku yang kaku sedikit berekspresi.hahaha”

“Kau menyindirku kan?”

“Hahah!!” aku tertawa terpingkal-pinkal sungguh gadis ini menarik…

 

================================+++++++++============================================

 

Jung Woo’s Part

(backsound Park Hye Ri– To a Stranger Ost. Boys Over Flower)

“Coba bisa kau jelaskan kenapa kau marah-marah pada semua dewan direksi tadi siang hah? Kau tahu itu suatu kesalahan besar!!” omel ayah begitu Ji Kyung keluar dari kamarku. Aku yang semula senang karna ayah menjengukku sesaat seperti baru terbangun dari mimpi 5 menit yang indah. Amatlah indah dan sebentar! Aku menghela nafas dan menatapnya.

“Sekarang yang aku tahu ada yang sedang bermain-main dengan penjualan Crown, ayah tahu? Setengah penjualan Crown turun dan aku tidak tahu apa yang terjadi dengan penjualan produk sepatunya. Belum lagi Glowpun ikut merosot 5 % dalam penjualan online sama halnya dengan Glam dan Luxuary. Ayah pikir aku akan diam saja?”

“Tapi apa urusannya dengan semua dewan direksi hah? Kalau kau tahu mana yang jadi pemimpin terbaik, kau harusnya bisa mengecek dulu lewat pegawaimu!! Kau sungguh ceroboh!!”

“Ho? Baiklah kalau itu pemikiran ayah, tapi aku sangat mempercayai bawahanku dan aku  tahu smuanya sangat setia padaku tak mungkin ada pengkhianat didalam perusahaan. Apa ayah pernah berpikir dewan direksi bisa melakukan sesuatu yang kotor? Seperti menjegal penjualan? Aku sungguh curiga dengan ini.”

“Jangan menuduh orang sembarangan!! Kau harus minta maaf setelah pulang dari sini!! Aku tidak mau tahu! Kau tangani masalah penjualan online dan semuanya!! Kau pikir kau sudah cukup bagus jadi pemimpin hah? Kau masih terlalu kecil dan harus banyak belajar lagi!!” ujar ayah seraya berbalik hendak pergi.

“ Ya, aku memang sangat kecil dan masih harus belajar, sampai kau puas iya kan?” tanyaku sinis

“Tutup mulutmu dan lakukan hal yang benar!!” ujar ayah lagi dan diapun pergi.SIALLL!!!Aku melempar bantal yang berada dibelakang kepalaku kepintu. Dengung dikepala dan rasa pusing itu mendadak hilang dan tidak aku rasa. Tentu aku kan hanya budakmu, tuan Kang. TOK!TOK!TOK!

 

(Back sound- My girlfriend- Yuchun DBSK (Less Vocal))

“Masuk!!” seruku sebal. HE?? Si musibah muncul lagi!! Dia menjulurkan kepalanya di pintu dan aku bersiap-siap menjauhkan kepalaku.

“Tuan, maaf, aku takkan mengganggu hanya sajaa..boleh aku pulang?” tanyanya

“Pulang saja!! Siapa yang menyuruhmu tetap ada disini??” Tanyaku sebal. Dia mengangguk.

“Besok aku akan datang lagi aku janji. Aku sungguh-sungguh akan melakukan apa saja agar kau bisa memaafkan aku!!” katanya sambil mengangguk lirih dan menatapku.

“Besok jangan datang lagi!! Kalau kau didekatku kau akan membuatku tertimpa gedung pencakar langit!! Kau sudah aku maafkan dan aku sungguh berterima kasih kalau kau mau meninggalkan aku sendiri!!” seruku cepat dan sedikit keras. Dia menganguk sedih lalu menatapku. Aishhh!! Kenapa aku jadi merasa bersalah? Padahalkan dia itu musibah?? Benarr,.. aku kerjai dia saja!!hmmm…

“ Baik-baik besok kau kekantorku!! Aku butuh orang untuk melakukan sesuatu!!” kataku.

“Benarkah?” tanyanya senang

“ Iya!! Jadi nona besok datang kesini tepat jam 7 pagi! Dilarang terlambat! Kau mengerti?” tanyaku.

“ Baiklah…Terima kasih Pak GM” katanya seraya membungkuk

“Hya! Siapa namamu?” tanyaku

“Marga ku Lee, namaku Lee Yeong Bin”

“ Baiklah, nona Lee, sekarang kau boleh pulang.” Kataku. Dia tersenyum lebar dan mengangguk lalu masuk kedalam ruangan dan membungkuk lagi serta memungut bantal yang tadi kulempar lalu dibawakannya kepadaku. Aku menatapnya waspada.

“Cukup dekatnya!! Kau mau mencelakai aku lagi??” seruku. Dia berhenti lalu mengulurkan bantalnya setelah berada disamping tempat tidurku. Aku mengambilnya cepat dan dia kehilangan keseimbangannya dan Wo.O.o..KENAPA LAGI INI???

 

(backsound Rainbow- Kiss)

 

 

 

 

 

 

all comments allowed^^

Tinggalkan komentar

Filed under BUKAN FF, Korean